Biografi dan informasi lukisan original karya pelukis maestro terkenal

JAVADESINDO Art Gallery menyajikan informasi seputar biografi dan karya-karya lukisan original dari para pelukis maestro terkenal yang pernah dilelang atau dikoleksi oleh museum seni international.

Biografi dan informasi lukisan original karya pelukis maestro terkenal

JAVADESINDO Art Gallery menyajikan informasi seputar biografi dan karya-karya lukisan original dari para pelukis maestro terkenal yang pernah dilelang atau dikoleksi oleh museum seni international.

Biografi dan informasi lukisan original karya pelukis maestro terkenal

JAVADESINDO Art Gallery menyajikan informasi seputar biografi dan karya-karya lukisan original dari para pelukis maestro terkenal yang pernah dilelang atau dikoleksi oleh museum seni international.

Biografi dan informasi lukisan original karya pelukis maestro terkenal

JAVADESINDO Art Gallery menyajikan informasi seputar biografi dan karya-karya lukisan original dari para pelukis maestro terkenal yang pernah dilelang atau dikoleksi oleh museum seni international.

Biografi dan informasi lukisan original karya pelukis maestro terkenal

JAVADESINDO Art Gallery menyajikan informasi seputar biografi dan karya-karya lukisan original dari para pelukis maestro terkenal yang pernah dilelang atau dikoleksi oleh museum seni international.

Biografi dan informasi lukisan original karya pelukis maestro terkenal

JAVADESINDO Art Gallery menyajikan informasi seputar biografi dan karya-karya lukisan original dari para pelukis maestro terkenal yang pernah dilelang atau dikoleksi oleh museum seni international.

Friday, March 13, 2015

>> LUKISAN DAN BIOGRAFI GUSTAV KLIMT

Gustav Klimt dalah seorang seniman berkebangsaan Austria. Lahir di Baumgarten, Austria tanggal 14 Juli 1862. Meninggal pada 6 Februari 1918 di usia 55 tahun. Seorang pelukis yang memiliki aliran Symbolists dan Art Noveau. Anggota dari Art Noveau Wina (Vienna Art Noveau). Karya-karyanya kini banyak dipamerkan di Vienna Secession Gallery. Karyanya berupa lukisan, mural, dan sketsa.Kebanyakan dari lukisannya memiliki subjek tubuh wanita dan cenderung berbau erotis . Seperti terlihat pada karyanya yang berjudul Virgin, Danae ,Hygieia. Karyanya yang berupa gambaran dengan pensil dianggap yang terbaik hingga saat ini.


Gustav Klimt sendiri adalah anak kedua dari tujuh bersaudara. Dengan 3 laki-laki dan 4 perempuan. Ketiga anak laki-laki itu memiliki bakat seni. Ayahnya bernama Ernst Klimt adalah pengukir emas yang berasal dari Bohemia. Dan ibunya yang bernama Anna Klimt (nèeFinster) memiliki ambisi untuk menjadi seorang musisi. Mereka hidup dalam kemiskinan dan saat itu sulit untuk mencari pekerjaan yang tetap.
Gustav terdaftar di Vienna School of Arts and Crafts pada tahun 1876 sampai tahun 1883. Ia juga diterima untuk pelatihan sebagai pelukis arsitek. Pada tahun 1877 saudaranya yang bernama Ernst Klimt juga diterima di sekolah itu. Dua bersaudara Klimt dan seorang teman bernama Franz Matsch membentuk sebuah tim yang diberi nama “Company of Artists” pada tahun 1880,dan membantu guru mereka untuk melukis mural di Kunsthistorisches Museum di Wina.

Tim itu pun mulai menerima bayaran yang tetap. Klimt juga memulai karir profesionalnya sebagai pelukis langit-langit dan mural interior di bangunan publik di Ringstraße. Salah satu karyanya yang terbaik adalah Allegories and Emblems.
Tahun 1888 Gustav Klimt menerima penghargaan Golden Order of Merit. Penghargaan itu diberikan oleh Raja Franz Josef 1 of Austria atas konstribusinya pada seni. Ia pun diangkat sebagai anggota kehormatan bagi University of Munich dan University of Vienna.

Akan tetapi pada tahun 1892 ayahnya dan saudara laki-lakinya yang sama-sama bernama Ernst Klimt meninggal dunia. Oleh karena itu ia mengambil alih tanggung jawab atas keuangan keluarga ayah dan saudaranya itu. Tragedi itu sontak merubah Klimt, baik dari pribadi maupun karyanya.
Awal tahun1890,Klimt bertemu dengan Emilie Flöge yang akhirnya menemani Klimt hingga akhir hidupnya. Mereka tidak menikah,tapi kehidupan seksual antara Flöge dan Klimt masih diperdebatkan. Tapi yang jelas,pada masa itu Klimt memiliki 14 orang anak yang diasuhnya.

Klimt adalah salah satu pendiri dan presiden dari Wiene Sezession (Vienna Secession) pada tahun 1897,ia pun juga mengkuti Sacred Spring. Dia sendiri mengabdi pada Secession sampai tahun 1908.
Tujuan dari grup itu adalah membantu menwujudkan pertujukan seni bagi seniman muda yang unik dan memberikan seniman asing terbaik untuk bekerja pada Vienna. Seccesion juga menerbitkan majalah mereka sendiri untuk memberi informasi mengenai kinerja mereka.Grup itu menyatakan tidak mendukung aliran lama Naturalis,Realis dan Simbolis untuk hidup bersama.

Pemerintah memberikan dukungan atas upaya mereka terhadap seni dengan menyewakan sebuah tanah rakyat untuk mendirikan sebuah tempat pameran seni. Simbol grup itu adalah Pallas Athena,Dewi Yunani yang merupakan simbol kebijaksanan dan kesenian.
Klimt melukis versi lukisan yang lebih radikal pada tahun 1898. Di awal 1890an Klimt mengikuti liburan musim panas dengan keluarga Flöge di pantai Attersee dan melukis banyak pemandangan disana.

Karya-karya tersebut membentuk sebuah sisi lain dari pribadi Klimt yang menarik.Dari karya-karyanya di Attersee dapat dilihat karya dengan desain yang lebih halus. Dan kemungkinan Klimt melukis sambil melihat melalui teleskop.
Tahun 1894 Klimt diminta untuk membuat tiga lukisan untuk dekorasi langit-langit di Great Hall di University of Vienna. Belum sampai menyelesaikan 3 lukisannya Philosophy,Medicine,Juriprudence. Pada akhir abad muncul kritikan atas tema dan material mereka yang radikal dan disebut-sebut sebagai pornografi.

Klimt pun berubah dari tradicional allegory dan simbolis menjadi bahasa baru yang lebih sexual dan mengganggu. Protes keras publik datang dari berbagai sudut pandang politik,keindahan dan agama.Sebagai hasilnya 3 karya itu tidak akan ditampilkan di langit-langit Great Hall. Itu menjadi permintaan publik terakhir yang diterima oleh sang seniman. Namun ketiga lukisan tersebut dihancurkan oleh SS Forces pada Mei 1945.
Tahun 1902 Klimt menyelesaikan Beethoven Frieze untuk pameran Vienna Secessionist ke 14. Hanya saat pameran lukisan itu dilukis langung pada dinding yang disoroti cahaya.

Setelah pameran,lukisan tersebut dijaga dan tidak dipertunjukkan lagi hingga 1986.
Lukisannya yang berjudul Adele Bloch-Bauer (1907) mendapatkan harga tertinggi pada tahun 2006. Lukisan istri dari pengusaha pabrik gula Yahudi dilelang dengan harga senilai $135 juta. Mengalahkan lukisan Boy With A Pipe,karya Picasso yang terjual “hanya” $104 juta.

Lukisan ini sempat menjadi kontroversi saat Maria Altman,keponakan dari Bloch-Bauer menilai bahwa ia adalah pewaris yang sah dari lukian. ia sempat berseteru dengan pemerintah Autria dan pada akhirnya lukisan Adele Bloch-Bauer dan dan keempat lukisan lainnya dikembalikan pada Maria.

Di tahun 1911 lukisannya Death and Life menerima penghargaan di Roma. Di tahun ibunya Anna meninggal dunia. Klimt meninggal 3 tahun kemudian di Vienna pada February 6, 1918,dalam keadaan menderita penyakit stroke and pneumonia. Dia dimakamkan di Hietzing Cemetery di Vienna. Banyak dari lukisannya belum sempat ia selesaikan.



Gustav Klimt, Adele Bloch-Bauer's Portrait, 140 × 140 cm, oil, silver and gold on canvas, 1907, at Neue Galerie New York



Gustav Klimt, Bauerngarten mit Sonnenblumen, 110 × 110 cm, oil on canvas, 1907, at Austrian Gallery Belvedere



Gustav Klimt, Danae, 77 × 83 cm, oil on canvas, 1908, at Leopold Museum, Vienna, Austria



Gustav Klimt, Die drei Lebensalter der Frau, 180 × 180 cm, oil on canvas, 1905, at Galleria Nazionale d'Arte Moderna, Rome, Italy



Gustav Klimt, Die Freundinnen, 99 × 99 cm, oil on canvas, 1917



Gustav Klimt, Judith I, 84 × 42 cm, oil on canvas, 1901, at Austrian Gallery Belvedere



Gustav Klimt, Mäda Primavesi, 149.9 × 110.5 cm, oil on canvas, 1912, at Metropolitan Museum of Art, New York City, United States



Gustav Klimt, Portrait of Fritza Riedler, 153 × 133 cm, oil on canvas, 1906, at Austrian Gallery Belvedere



Gustav Klimt, Portrait of Hermine Gallia, 170.5 × 96.5 cm, oil on canvas, 1905, at National Gallery, London



Gustav Klimt, The Kiss, 180 × 180 cm, oil on canvas, 1907-1908, at Austrian Gallery Belvedere


>> LUKISAN DAN BIOGRAFI EDGAR DEGAS

Edgar Degas (lahir di Paris, 19 Juli 1834 – meninggal di Paris, 27 September 1917 pada umur 83 tahun) adalah seorang pelukis dan pematung dari Prancis. Ia dianggap sebagai pendiri impresionisme meskipun menolak istilah itu, dan lebih memilih disebut realis. Sebagai juru gambar berbakat, ia banyak dikenal dengan subyek tari, dan hampir separuh karyanya menggambarkan penari. Hal tersebut menunjukkan keahliannya dalam penggambaran gerakan, juga subyek perlombaan dan wanita telanjang. Potretnya dikenal akan kompleksitas psikologisnya dan penggambaran isolasi manusia.

Edgar Degas terlahir dari keluarga kaya. Ayahnya, Augustin de Gas, adalah seorang bankir sedangkan ibunya, Celestine Musson, berasal dari New Orleans, AS. Degas memiliki empat adik, dua laki-laki dan dua perempuan. Dari usia dini Degas menunjukkan minat pada seni. Orangtuanya mengijinkan Degas untuk membuat studio di rumah mereka.

Pada awalnya, ketertarikan Degas pada seni lukis dianggap sebagai sekedar hobi. Berasal dari keluarga kaya, Degas diharapkan masuk sekolah elit seperti Lycee Louis-le-Grand, untuk kemudian masuk sekolah hukum dan menghasilkan uang dari situ.

Belajar Seni
Degas, bagaimanapun, lebih tertarik melukis. Dia memang pergi ke sekolah hukum namun hanya bertahan dua tahun untuk kemudian drop out. Setelah drop out pada usia dua puluh tahun, Degas mulai serius belajar seni di bawah bimbingan Louis Lamothe. Kemajuan pesat Degas saat belajar di bawah Lamothe membuatnya lulus masuk ujian ke Ecole des Beaux-Arts pada tahun 1855.

Setahun kemudian, Degas melakukan perjalanan ke Italia untuk memperkaya wawasan seni. Dia tinggal di Italia selama tiga tahun dan mengunjungi Naples, Capodimonte, Roma dan amat terkesan dengan karya-karta Master Renaissance seperti Mantegna dan Uccello.

Setelah dari Italia, Degas berkonsentrasi untuk mengembangkan gayanya sendiri di kota pusat seni Eropa, Paris. Tidak seperti kebanyakan teman-teman senimannya, Degas tidak mengalami masalah keuangan karena berasal dari keluarga kaya. Namun setelah ayahnya meninggal, Degas terpaksa menjual sebagian lukisannya untuk bertahan hidup.

Perkembangan Artistik
Pada awalnya, tema lukisan Degas berkisar pada tema sejarah serta potret individu dan kelompok yang sebagian besar menggunakan cat minyak di atas kanvas. Pada tahap selanjutnya, Degas mulai tertarik pada penggambaran situasi yang nyata dengan tema kehidupan yang lebih nyata pula. Dia lebih suka bekerja di dalam studio. Saat tidak mendapatkan model untuk lukisan, Degas mendasarkan objek lukisannya pada ingatan atau fotografi.

Materi yang menarik baginya adalah orang-orang di kafe, orang mengunjungi opera atau pertunjukan seni, perempuan yang bekerja sebagai tukang cuci, dan yang paling terkenal dari semua, penari balet saat berada di atas panggung dan di belakang layar. Perang Franco-Prussian pada tahun 1870-71 sempat membuat aktivitas melukis Degas terhenti namun segera pulih seusai perang.

Degas dan Impresionisme
Setelah perang, Degas tinggal sementara waktu di New Orleans di mana Rene, saudaranya, sedang mengelola bisnis kapas keluarga. Namun Amerika jelas bukan tempat yang sesuai sehingga dia kembali lagi ke Paris. Dia sekali lagi menenggelamkan diri dalam komunitas seni, tapi hasil karyanya semakin jauh dari pakem, membuatnya tidak mendapat tempat di kalangan komunitas konservatif.

Menanggapi kondisi ini, Degas dan beberapa kelompok pelukis radikal mengorganisir diri untuk membuat pameran mereka sendiri. Pada tahun 1874, terwujudlah pameran pertama yang dikenal sebagai Pameran Impresionis Pertama. Masyarakat umum, setelah terbiasa dengan sapuan garis dan warna lembut, menjadi terkejut melihat lukisan dengan warna cerah dan sapuan kuas yang tidak lazim. Lukisan Monet yang berjudul ‘Impression: Sunrise’, mendapat kritikan keras dari Louis Leroy. Kata impresionisme akhirnya melekat pada aliran seni baru ini. Kata yang pada awalnya sebenarnya dimaksudkan sebagai olok-olok.

Namun seiring waktu, Degas merasa memiliki gaya khas yang berbeda dari kaum pelukis impresionis lain. Ini kemudian mendorongnya untuk memisahkan diri dari impresionisme.

Degas setelah Impresionisme
Persekutuan impresionis bubar setelah tahun 1886 dan Degas mulai lebih menyendiri dan berkonsentrasi pada lukisan, fotografi, dan patung. Dia mulai lebih menyukai penggunaan pastel dibanding cat minyak dan bereksperimen dengan berbagai teknik dan media. Berbagai karyanya mengambil inspirasi wanita telanjang saat berada dalam saat privat seperti ketika sedang mandi atau menyisir rambut. Degas juga membuat patung berukuran kecil dengan kualitas yang hampir sama dengan lukisannya, namun tidak pernah dipamerkan di depan publik. Fotografi juga selalu menjadi minat Degas dan mulai serius menekuninya setelah membeli kamera Kodak pertamanya pada tahun 1895. Kebanyakan fotografi hasil karyanya berupa potret diri para teman-teman dekatnya.

Pada tahun 1894, seorang perwira Angkatan Darat Perancis keturunan Yahudi, Alfred Dreyfuss, salah dituduh telah melakukan pengkhianatan. Hal inii menyebabkan keributan besar di masyarakat Perancis. Degas mengambil bagian dari kerumunan Anti-Dreyfuss dan mengungkapkan dirinya sebagai fanatik anti-Semit. Kondisi ini memperburuk hubungan dengan teman-temannya yang juga keturunan Yahudi seperti keluarga Halevy, Renoir, dan Cezanne.

Kematian
Di tahun-tahun akhir kehidupannya, Degas mengalami masalah pada mata yang mempengaruhi kemampuan penglihatannya. Degas tidak pernah menikah. Setelah perselisihan dengan teman-temannya, dia menjalani kehidupan yang relatif sepi. Akhirnya, Edgar Degas meninggal pada tanggal 27 September 1917 pada usia 83 tahun.


 Edgar Degas,  At the Races, 66 × 81 cm, oil on canvas, 1880, at Musée d'Orsay, Paris



 Edgar Degas,  In a café or L’Absinthe, 92 × 68.5 cm, oil on canvas, 1873, at Musée d'Orsay, Paris



 Edgar Degas,  Miss La La at the Cirque Fernando, 117 × 77 cm, oil on canvas, 1879, at National Gallery, London


 Edgar Degas,  Orchestra Musicians, 49 x 69 cm, oil on canvas, 1876, at Stadel, Frankfurt




 Edgar Degas,  Place de la Concorde, oil on canvas, 1875, at Hermitage Museum , Saint Petersburg




 Edgar Degas,  The Ballet Class, 85cm x 75cm , oil on canvas, 11871 - 1874, at Musée d'Orsay, Paris



Edgar Degas, The Dancing Class, 19 × 27 cm, oil on panel, 1870, at Metropolitan Museum of Art, New York City, United States



Edgar Degas, Bellelli family, 200 × 253 cm, oil on canvas, 1860-1862, at Musée d'Orsay, Paris



Edgar Degas,  Woman Combing her Hair, 52 × 51 cm, oil on canvas, 1885, at State Hermitage Museum, St. Petersburg



Edgar Degas,  The Ballet Class, 85cm x 75cm , oil on canvas, 11871 - 1874, at Musée d'Orsay, Paris




Thursday, March 12, 2015

>> LUKISAN DAN BIOGRAFI HENRI MATISSE

Henri-Émile-Benoît Matisse lahir 31 Desember 1869 di Perancis dan meninggal 3 November 1954 di Nice, Perancis.

Putra tertua dari seorang pedagang gandum yang makmur. Ia dibesarkan di Bohain-en-Vermandois, Picardie, Perancis. Pada tahun 1887, ia pergi ke Paris untuk belajar hokum. Setelah mendapatkan kualifikasinya, ia bekerja sebagai administrator pengadilan di Le Cateau-Cambresis. Ia pertama kali mulai melukis pada tahun 1889, setelah ibunya membawanya perlengkapan seni. Ia pun merasa telah menemukan semacam “surga" dan memutuskan untuk menjadi seorang seniman. Hal ini sangat mengecewakan ayahnya.

Pada tahun 1891, ia kembali ke Paris untuk belajar seni di Julian Académie dan menjadi murid William-Adolphe Bouguereau dan Gustave Moreau. Awalnya ia melukis obyek mati yang tampak “hidup” dan pemandangan darat dalam gaya tradisional, di mana ia mencapai kemahiran. Matisse dipengaruhi oleh karya-karya guru sebelumnya seperti Jean-Baptiste-Siméon Chardin, Nicolas Poussin, dan Antoine Watteau, serta seniman modern seperti Édouard Manet, dan seni Jepang.

Chardin adalah salah satu pelukis yang paling dikagumi Matisse, sebagai seorang mahasiswa seni ia membuat salinan dari empat lukisan Chardin di Louvre. Pada tahun 1896 dan 1897, Matisse mengunjungi pelukis Australia, John Peter Russell, di pulau Belle-Île, lepas pantai Brittany. Russell memperkenalkannya kepada Impresionisme dan karya van Gogh yang pernah menjadi teman Russel. Gaya Matisse berubah sepenuhnya, dan ia kemudian akan mengatakan "Russell adalah guru saya, dan Russell menjelaskan teori warna kepada saya.”

Pada tahun 1896, lima lukisan Matisse dipamerkan di Société Nationale des Beaux-Arts, dua di antaranya adalah dibeli oleh Negara. Dengan model Caroline Joblau, ia kemudian memiliki seorang putri, Marguerite, lahir pada tahun 1894. Pada tahun 1898 ia menikah dengan Amélie Noellie Parayre, dan mereka berdua merawat Marguerite bersama-sama dan memiliki dua putra, Jean (lahir 1899) dan Pierre (lahir 1900). Marguerite dan Amélie sering dilukis sebagai model oleh Matisse. Pada tahun 1898, atas saran dari Camille Pissarro, ia pergi ke London untuk mempelajari lukisan JMW Turner dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Corsica.

Setelah kembali ke Paris pada bulan Februari 1899, ia bekerja dengan Albert Marquet dan bertemu André Derain, Jean Puy, dan Jules Flandrin. Matisse membenamkan dirinya dalam pekerjaan orang lain dan membeli karya dari pelukis yang ia kagumi. Karya yang ia pajang di rumahnya, termasuk patung plester oleh Rodin, sebuah lukisan karya Gauguin, sebuah gambar karya van Gogh, dan Three Bathers karya Cézanne. Matisse menemukan inspirasi utamanya dari struktur gambar dan warna Cézanne. Banyak lukisan Matisse (1898-1901) menggunakan teknik Divisionist yang ia adopsi setelah membaca esai Paul Signac itu, "D'Eugène Delacroix au neo-impressionisme".

Pada 1902-1903 merupakan periode kesulitan bahan untuk pelukis, sehingga lukisannya relatif muram. Setelah membuat patung pertamanya, salinan Antoine-Louis Barye, pada tahun 1899, ia mengabdikan banyak energi untuk bekerja dengan tanah liat, menyelesaikan The Slave pada tahun 1903. Gaya Fauvisme dimulai sekitar 1900 dan berlanjut melampaui 1910. Para pemimpin gerakan itu yaitu Matisse dan André Derain. Pameran tunggalnya yang pertama adalah di galeri Ambroise Vollard ini pada tahun 1904, tanpa mendapatkan banyak keberhasilan. Kesukaannya pada warna cerah dan ekspresif menjadi lebih jelas setelah ia menghabiskan musim panas (1904) melukis di St Tropez dengan neo-impresionis, Signac, dan Henri Edmond Cross. Pada tahun itu, ia melukis lukisan yang paling penting dari karya-karyanya dengan gaya neoimpresionis, Luxe, Calme et Volupté. Pada 1905 ia bepergian ke selatan lagi untuk bekerja dengan André Derain di Collioure. Lukisannya dari periode ini ditandai dengan bentuk datar dan garis yang terkontrol, serta teknik pointilisme yang lebih sedikit.

Pada tahun 1905, Matisse dan sekelompok seniman yang sekarang dikenal sebagai "Fauves", memamerkan karyanya bersama-sama di sebuah kamar di Salon d'Automne. Lukisan-lukisannya mengungkapkan emosi dengan liar, warna yang tegas, tanpa memperhatikan warna-warna alami subjek. Matisse menunjukkan Open Window and Woman with the Hat di sana. Kritikus, Louis Vauxcelles,mendeskripsikan karya mereka dengan frase "Donatello parmi les Fauves!" (Donatello di antara binatang buas), mengacu pada sebuah patung Renaissance yang berbagi ruang dengan mereka. Komentarnya dicetak pada tanggal 17 Oktober 1905 di Gil Blas, surat kabar harian, dan masuk ke penggunaan populer.

Pameran itu memang menuai kritik keras tetapi juga beberapa perhatian yang menguntungkan. Ketika lukisan yang sangat dikecam, Women with the Hat karya Matisse, dibeli oleh Gertrude Stein dan Leo, semangat Fauvisme meningkat. Kemudian Matisse diakui sebagai pemimpin Fauves, bersama dengan André Derain. Keduanya adalah saingan yang ramah, masing-masing dengan pengikutnya sendiri. Penurunan gerakan Fauvist setelah 1906 tidak mempengaruhi semangat Matisse. Banyak dari karya-karyanya terbaik diciptakan antara 1906 dan 1917 ketika ia aktif di pertemuan besar artist berbakat di Montparnasse, meskipun ia tidak cukup cocok dengan penampilan konservatif dan ketat.

Dia terus menyerap pengaruh baru Ia berkunjung ke Aljazair pada 1906 mempelajari seni Afrika dan Primitif. Setelah melihat sebuah pameran besar seni Islam di Munich pada tahun 1910, ia menghabiskan dua bulan di Spanyol mempelajari seni Moor. Ia mengunjungi Maroko pada tahun 1912 dan lagi pada tahun 1913. Saat melukis di Tangiers, ia membuat perubahan inovatif pada beberapa karyanya, termasuk penggunaan hitam sebagai warna. Pengaruh pada seni Matisse adalah suatu keberanian baru dalam penggunaan intens, warna yang tidak termodulasi, seperti di L'Atelier Rouge. Matisse memiliki asosiasi lama dengan kolektor seni Rusia, Sergei Shchukin. Ia menciptakan salah satu karya utamanya, La Danse, khusus untuk Shchukin dan lukisan lainnya adalah Music, 1910.

Sekitar April 1906 ia bertemu Pablo Picasso, yang 12 tahun lebih muda dari Matisse. Kedua menjadi teman seumur hidup serta saingan dan sering menjadi perbandingan. Satu perbedaan utama antara mereka adalah bahwa Matisse melukis dan menggambar dengan subyek alam, sementara Picasso lebih cenderung bekerja dengan imajinasi. Subyek yang paling sering dilukis oleh kedua seniman adalah perempuan dan benda mati yang dibuat “hidup”, sementara Matisse lebih menempatkan interior yang realistis. Matisse menghabiskan tujuh bulan di Maroko 1912-1913, memproduksi sekitar 24 lukisan dan beberapa gambar. Pada tahun 1917 Matisse pindah ke Cimiez di Riviera Perancis, pinggiran kota Nice.

Karyanya pada dekade ini menunjukkan relaksasi dan lebih halus dari biasanya. Pada akhir 1920-an, Matisse terlibat dalam kolaborasi aktif dengan seniman lain. Ia tidak hanya bekerja dengan orang Prancis, Belanda, Jerman, dan Spanyol, tetapi juga beberapa orang Amerika. Setelah tahun 1930 sebuah semangat baru dan penyederhanaan muncul dalam karyanya. Kolektor seni Amerika, Albert C. Barnes, meyakinkannya untuk menghasilkan karya besar untuk Yayasan Barnes, The Dance II, yang diselesaikan pada tahun 1932. Penyederhanaan dan teknik bayangannya terlihat dalam lukisan Larga Reclining Nude (1935).

Matisse bekerja pada lukisan ini selama beberapa bulan dan mendokumentasikan kemajuan dengan serangkaian 22 foto yang ia dikirim ke Etta Cone. Ia dan istrinya berpisah pada tahun 1939, setelah 41 tahun bersama. Pada tahun 1941, ia menjalani bedah kolostomi. Setelah itu ia mulai menggunakan kursi roda, dan sampai kematiannya ia dirawat oleh seorang wanita Rusia, Lydia Delektorskaya, yang sebelumnya merupakan salah satu modelnya. Pada 1947, ia menerbitkan Jazz, sebuah buku edisi terbatas yang berisi cetakan kolase potongan kertas warna-warni, disertai dengan pikirannya yang tertulis.

Pada tahun 1940 ia juga bekerja sebagai seniman grafis dan menghasilkan ilustrasi hitam-putih untuk beberapa buku dan lebih dari seratus litograf asli di studio Mourlot di Paris. Pada tahun 1951 Matisse menyelesaikan sebuah proyek empat tahun merancang interior, jendela kaca dan dekorasi dari Chapelle du Rosaire de Vence, sering disebut sebagai kapel Matisse. Proyek ini adalah hasil dari persahabatan erat antara Matisse dan Suster Jacques-Marie. Pada tahun 1952 ia mendirikan sebuah museum yang didedikasikan untuk pekerjaannya, Museum Matisse di Le Cateau, dan sekarang koleksi terbesar ketiga dari Matisse di Perancis. Menurut David Rockefeller, tugas akhir Matisse adalah mendesain jendela kaca di Union Church of Pocantico Hills. Matisse meninggal karena serangan jantung pada usia 84 pada November 1954. Ia dimakamkan di pemakaman Monastère Notre Dame de Cimiez, dekat Nice.


Henri Matisse, Dishes and Fruit, 51 x 61.5 cmm, Oil on canvas, 1901, at State Hermitage Museum



Henri Matisse, Landscape at Collioure, 38.8 x 46.6 cm, Oil on canvas, 1905, at Museum of Modern Art, New York



Henri Matisse, Le bonheur de vivre, 176.5 x 240.7 cm, Oil on canvas, 1905, at The Barnes Foundation



Henri Matisse, Luxe, 98 x 118.5 cm, Oil on canvas, 1904, at Musée d'Orsay, Paris



Henri Matisse, Nu (Carmelita), 81.3 x 59 cmm, Oil on canvas, 1904, at Museum of Fine Arts, Boston, MA



Henri Matisse, Open Window, 55.25 x 46.04 cm, Oil on canvas, 1905, at Collection of Mr. and Mrs. John Hay Whitney



Henri Matisse, Portrait of Madame Matisse, 40.50 x 32.5 cm, Oil on canvas, 1905, at Statens Museum for Kunst



Henri Matisse, Self-Portrait in a Striped T-shirt, 55 cm x 46 cm , Oil on canvas, 1905, at Statens Museum for Kunst



Henri Matisse, Woman Reading, 59.5 x 81.5 cm, Oil on canvas, 1901, at State Hermitage Museum



Henri Matisse, Woman Reading, Oil on canvas, 1894, at Museum of Modern Art, Paris


>> LUKISAN DAN BIOGRAFI SALVADOR DALI


Salvador Dali, pelukis surealis terkenal, terlahir dengan nama Salvador Felipe Jacinto Dali i Domenech pada tanggal 11 Mei 1904, di desa pertanian kecil Figueres di Spanyol. Dali merupakan anak tunggal dari notaris kaya, telah menunjukkan minat pada seni sejak usia dini. Setelah menerima pelajaran seni oleh guru privat di Figueres, Dali belajar di Akademi Seni Rupa di Madrid dan mengadakan pameran solo pertamanya pada tahun 1925 pada usia 21 tahun. Di akademi itulah Dali mulai mengenal berbagai kalangan seniman seperti pembuat film Luis Bunuel dan Penyair Federico Lorca. Meskipun menjadi siswa brilian, Dali menolak untuk mengambil ujian gelar dari akademi, mengklaim para penguji tidak cukup berkualifikasi untuk menilai karyanya.

Akibat insiden tersebut, dia diusir dari akademi. Dali pindah ke Paris pada tahun 1926, dan dua tahun kemudian bekerja sama dengan Luis Bunuel sebagai penulis skenario untuk Un Chien Andalou (Anjing Andalusia), sebuah film yang membuat dia masuk dalam lingkaran surealis Paris yang dipimpin oleh Andre Breton. Gaya hidupnya yang bohemian dan kecenderungannya pada skandal membuat Dali segera diterima dalam kelompok.

Selama periode ini dia berkonsentrasi pada pengembangan gaya unik yang disebutnya “Paranoia Kritis”. Salah satu contoh paling terkenal dari lukisan Paranoia Kritis adalah “The Persistence Memory (1931)” – sebuah karya unik yang mengekspresikan sifat fana waktu melalui jam yang tampak mencair.

Pada tahun 1929, Dali bertemu Gala Elouard, seorang imigran Rusia dan istri Paul Elouard, penyair Perancis. Meskipun Gala berusia sepuluh tahun lebih tua dari Dali, hubungan mereka segera berubah menjadi romantis, dengan Gala menjadi model dan manajer bisnisnya. Gala akhirnya bercerai dari suaminya pada tahun 1929, dan menikah dengan Dali di Paris pada tahun 1934. Pada pertengahan tahun 1930, hubungan Dali dengan gerakan surealis mulai retak. Kekaguman Dali pada Hitler dianggap melawan etika surealis. Ketika dia juga menyatakan dukungan kepada Jenderal Franco dari Spanyol, hubungan dengan kaum surealis menjadi terputus sama sekali.

Dali meninggalkan Paris pada tahun 1940 dan pindah ke Amerika Serikat. Dengan gaya flamboyan dan bakat untuk promosi diri, dia segera masuk dalam pergaulan sosial kelas atas. Selama periode ini Dali dijuluki “Avida Dollars (serakah untuk dolar)” oleh Andre Breton. Dali kemudian menjawab “Satu-satunya perbedaan antara saya dan surealis adalah bahwa saya seorang surealis”.

Ketertarikan Dali bergeser dari lukisan ke sastra. Pada tahun 1940-an, dia menerbitkan novel “Hidden Faces” pada tahun 1944. Dia juga menulis beberapa volume otobiografi flamboyan selama periode tersebut, termasuk “The Secret Life of Salvador Dali”.

Pada tahun 1948, Dali dan Gala kembali ke Spanyol, menghabiskan sebagian besar waktu mereka di rumah mereka di Lligat. Saat itu, lukisan Dali mengambil pendekatan yang lebih klasik, berfokus pada tema religius dan sejarah, bukan lagi surealistik. Karya berkisar sejarah yang terkenal diantaranya “The Discovery of America by Christopher Columbus” yang dipamerkan di Museum Dali di St.Petersburg, Florida. Sementara karya-karyanya selama periode ini menerima penghargaan, terdapat suara miring yang menyatakan bahwa dia tidak menghasilkan lukisan bernilai artistik setelah tahun 1930-an. Sementara tidak ada yang bisa menyangkal kecemerlangan teknis karya-karyanya, lukisan Dali hanya merupakan pengulangan tema yang sudah ada sebelumnya, seperti “Christ of Saint John of the Cross”.

Pada tahun 1965, Dali beralih membuat patung dari perunggu dan kristal. Tapi disini terlihat betapa dia mulai kehilangan orisinalitas. Banyak tema patungnya mengambil tema dari subjek yang pernah dilukisnya. Pada periode ini, Dali lebih dikenal karena pesta-pesta mewah dan perilaku eksentrik dibandingkan dengan fokusnya pada seni yang telah membesarkan namanya.

Pada tahun 1980, Dali didiagnosa menderita cerebral. Karena tidak lagi mampu memegang kuas, dia pensiun dari dunia melukis.

Pada tahun 1982, Gala meninggal. Peristiwa ini sangat mempengaruhinya dan mulai membuat Dali semakin menyepi. Akhirnya, Salvador Dali -sang pelukis besar surealis- meninggal pada tanggal 23 Januari 1989 akibat gagal jantung.


Salvador Dali, Ballerina in a Death's Head, 24.5 x 19.5 cm, oil on canvas, 1939



Salvador Dali, Honey is Sweeter than Blood, oil on canvas, 1927



Salvador Dali, One Second before Awakening, 51 x 41 cm, oil on canvas, 1944, at Thyssen-Bornemisza Collection, Madrid, Spain



Salvador Dali, The Discovery of America by Christopher Columbus, 410 x 310 cm, oil on canvas, 1959, at Salvador Dali Museum, St. Petersburg, Florida, USA



Salvador Dali, The Disintegration of the Persistence of Memory, 25 x 33 cm, oil on canvas, at Salvador Dali Museum, St. Petersburg, Florida, USA



Salvador Dali, The Great Masturbator, 110 x 150 cm, oil on canvas, 1929, at Museo Nacional Centro de Arte Reina Sofía, Madrid, Spain



Salvador Dali, The Hallucinogenic Toreador, 400 x 300 cm, oil on canvas, 1959, at Salvador Dali Museum, St. Petersburg, Florida, USA



Salvador Dali, The Persistence of Memory, 24.1 x 33 cm, oil on canvas, 1931, at Museum of Modern Art, New York, USA



Salvador Dali, The Swallow's Tail,73 x 92.2 cm , oil on canvas, 1983, at Salvador Dali Museum, Gala-Salvador Dali Foundation, Figueras, Spain



Salvador Dali, Young Virgin Auto-Sodomized by the Horns of Her Own Chastity, 40.5 x 30.5 cm, oil on canvas, 1954, Private Collection, Paris, France

>> LUKISAN DAN BIOGRAFI LEONARDO DA VIINCI

Leonardo da Vinci (lahir di Vinci, propinsi Firenze, Italia, 15 April 1452 – meninggal di Clos Lucé, Perancis, 2 Mei 1519 pada umur 67 tahun) adalah arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis Renaisans Italia. Ia digambarkan sebagai arketipe "manusia renaisans" dan sebagai genius universal.

Leonardo terkenal karena lukisannya yang piawai, seperti Jamuan Terakhir dan Mona Lisa. Ia juga dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang mengantisipasi teknologi modern tetapi jarang dibuat semasa hidupnya, sebagai contoh ide-idenya tentang tank dan mobil yang dituangkannya lewat gambar-gambar dwiwarna. Selain itu, ia juga turut memajukan ilmu anatomi, astronomi, dan teknik sipil bahkan kuliner.

Latar belakang
Leonardo merupakan anak dari Ser Piero Da Vinci dan Caterina. Ia memiliki nama lengkap Leonardo di Ser Piero da Vinci yang berarti Leonardo putra Ser Piero dari kota Vinci.

Pada usia belia, Leonardo sudah belajar melukis dengan Andrea del Verrocchio dan mulai melukis di Firenze. Ada kabar mengisahkan Verrochio menyatakan pensiun melukis setelah menyaksikan bahwa lukisan muridnya yang satu ini lebih bagus dari lukisannya sendiri. Selain menjadi pelukis, Leonardo juga sanggup menunjukkan kemampuannya di bidang yang lain.

Pada tahun 1481 Leonardo pindah ke Milan untuk bekerja dengan Adipati (Duke) di sana. Hasil karyanya selama di Milan yang paling termashur adalah Kuda Sforza yang dikerjakannya selama kurang lebih 11 tahun. Namun di situ ia tidak hanya melukis dan membuat patung saja, melainkan juga mengubah jalan-jalan sungai dan membangun kanal-kanal, serta menghibur Duke dengan memainkan lut dan bernyanyi. Lalu ia bekerja untuk Raja Louis XII dari Perancis di Milan dan untuk Paus Leo X di Roma.

Sementara itu ia membantu Raphael dan Michaelangelo dalam merancang katedral Santo Petrus. Dalam hidupnya Leonardo sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Ia mulai mempelajari burung terbang dan mulai merancang mesin terbang. Pemikirannya itu terdapat dalam buku catatanya sebanyak 7.000 halaman.

Di dalam buku itu juga terdapat sketsa tentang studi tubuh manusia. Pada zaman itu, anatomi tubuh manusia tak lebih dari sekadar kira-kira karena siapapun dilarang keras membedah jenazah. Dengan kenekatannya mencuri-curi kesempatan membedah-bedah tubuh orang mati, di kemudian hari tindakan yang tak lazim pada zamannya ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia kedokteran.

Mahakaryanya, Jamuan Terakhir (The Last Supper) pada tahun 1495 sampai tahun 1497 yang dilukis pada dinding biara Santa Maria di Milan, kini telah rusak akibat dimakan waktu. Lukisan terkenal lainnya adalah Mona Lisa yang kini terdapat di musium Louvre Paris.

Sebuah spekulasi yang beredar tentang siapa sesungguhnya Mona Lisa antara lain menyatakan bahwa citra perempuan tersebut merupakan hasil rekaan wajah Da Vinci sendiri. Spekulasi yang lain menyatakan bahwa perempuan tersebut memang pernah ada, seorang istri pedagang.

Karya seni lukisan tidak saja mencerminkan luarnya benda, pendapat Da Vinci: yang dimaksud dengan lukisan adalah segala sesuatu yang terkandung di dalamnya, yang dasarnya alami dan tidak dapat dilihat oleh mata telanjang manusia, lalu diekspresikan dalam bentuk gambar.

Menurut Da Vinci, Ilmu pengetahuan dan lukisan ada hubungannya, misalnya gambar manusia, dia pernah melakukan sebuah percobaan (membedah mayat agar dapat mengerti anatomi tubuh manusia).

Sehingga dalam lukisannya, dia selalu dengan tepat menangkap gerakan otot di bawah lapisan kulit, maka hasil lukisannya sangat halus, dan cermat, contohnya: sketsa tangannya yang masih tersimpan hingga kini, setiap goresannya sangat indah, goresan penanya juga jelas, hal ini jarang dijumpai pada saat itu. Terutama pada bagian mata dan rambut, tidak saja lembut, juga mengandung suatu daya tarik. Ini menunjukan kematangan, kemampuan lukis tingkat tinggi. Leonardo dikenal sebagai seniman terkemuka yang menghasilkan karya-karya terbaik.

Leonardo Da Vinci tidak saja seorang seniman, ia juga seorang ilmuwan, tukang mesin, dan penemu. Dalam sketsanya, terdapat gambar rancangan kapal terbang dan mesin penggerak ke atas, juga masih terdapat sketsa 'Cara Terbang Burung'. Semua ini hasil penemuan dari pengamatan cara terbang burung. Kesimpulan dari penelitian ini, dia menemukan hubungan besar kecilnya sayap dengan berat badan manusia. Meskipun tidak karena teori ini manusia bisa terbang, namun dia memberi beberapa petunjuk cara terbang burung.

Dari sketsa penelitian kapal selam bisa terlihat, mula - mula dia tertarik pada arus air. Kemudian dengan serius meneliti ikan - ikan yang berenang melawan arus serta hambatan tekanan arus yang terjadi pada kapal, dan meninggalkan sejumlah lima sketsa mengenai badan kapal, yang besar pengaruhnya pada masa sekarang.

Pada zaman Da Vinci, sudah ada jam waktu, tapi rancangan jam Da Vinci berbeda dan memiliki ciri khas, jam lain kebanyakan menunjukkan jam, menit,dan detik tapi kepunyaan Da Vinci , bagian luar menunjukkan keadaan bulan, seperti bundar, setengah bundar dan lain - lain, bagian kiri atas menunjukkan 'menit', bagian kanan atas menunjukkan 'detik'

Zaman Renaissance disebut: 'Zaman Keemasan Pembangunan', Da Vinci juga meninggalkan banyak sketsa Arsitek. Dalam rancangan kotanya dicantumkan mengenai terowong air, juga pelebaran jalan, aliran udara dan cahaya sesuai dengan rancangan kota zaman sekarang.

Tahun 1483, kebakaran besar terjadi di Milan dan wabah penyakit di Eropa menyebabkan puluhan ribu orang meninggal, Da Vinci pernah mengusulkan pada Il Moro untuk membangun kembali Milan, kemungkinan karena cara pemikiran melampaui mutu masa itu, juga biaya yang dibutuhkna terlalu banyak, sehingga cita-citanya tak terwujud. Tapi tak henti - hentinya dia mempelajari, menyelidiki dan mendiskusikan teknik pembangunan. Meskipun Da Vinci adaah ilmuwan yang luar biasa, tapi pada dasarnya, dia masih tetap milik dunia seni. Dia memadukan ilmu dengan seni, dan tidak karena mengejar kebenaranilmu lalu melupakan keindahan.

Saat itu banyak seniman yang menggemari teknik gambar nyata. Orang - orang ini meski bisa dengan tepat menggambar bentuk dari bagian sesuatu, namun melupakan segi keindahan yang utuh. Sehingga memberi kesan rumit. Pada kenyataannya, perkembangan seni pada zaman pemulihan budaya, perpaduan antara sifat nyata dan mempertahankan keindahan menyeluruh secara untuh, hanya Da Vinci yang paling menonjol. Meski sepanjang hidup Da Vinci tak henti - hentinya mengejar kemauan dan tak pernah mengenal puas, sehingga meninggalkan setumpuk sketsa, namun karya yang benar - benar selesai tidaklah banyak, hal ini amat disayangkan bagi sang genius dan bagi dunia.

Pada kenyataannya, seorang ahli matematka sahabatnya, sering menjuluki dia sebagai 'Pelukis,Pemusik';murid Michelangelo, pernah menulis tentang Da Vinci dalam 'Buku Para Pelukis sebagai berikut; Da Vinci pernah menekuni bidang musik. Pada dasarnya dia memiliki hati yang agung. Dan sambil memainkan biola, dia bernyanyi gembira.

Da Vinci pernah membawa alat musik buatannya sendiri, dimainkan di depan Il Moro di Milan. Menurut catatan, alat musik ini terbuat dari perak, bentuknya seperi tulang kepala kuda, suara yang dihasilkan, amat nyaring. Dari semua dapat diketahui, meskipun tidak ada peninggalan Da Vinci yang berupa catatan lagu not balok tapi keberhasilan dalam musik, juga tidak bisa ditandingi orang biasa. Leonardo da Vinci wafat di Clos Lucé, Perancis pada tanggal 2 Mei 1519, dan dimakamkan di Kapel St. Hubert di kastel Amboise, Perancis.


Leonardo da Vinci, Mona Lisa, 189.5 × 120 cm, oil on poplar wood, 1503 - 1506,  at Musée du Louvre, Paris



Leonardo da Vinci, Last supper, tempera on gesso, pitch and mastic, 1495-1498




Leonardo da Vinci, Saint John the Baptist, 69 × 57 cm, oil on panel, 1513 - 1516, at Musée du Louvre, Paris



Leonardo da Vinci, The Adoration of the Magi, 243 cm x 246 cm, oil and tempera on panel, 1480 - 1482, at Galleria degli Uffizi, Florence



Leonardo da Vinci, The Annunciation, 98 × 217 cm, oil on panel, 1452–1519, at Galleria degli Uffizi, Florence



Leonardo da Vinci, The Virgin and Child with Saint Anne and Saint John the Baptist, 141.5 x 104.6 cm, oil on poplar wood, 1499 - 1500,  at National Gallery, London



Leonardo da Vinci, The Virgin and Child with St. Anne, 189.5 × 120 cm, oil on poplar wood, 1500 - 1513,  at Musée du Louvre, Paris





Leonardo da Vinci, Virgin of the Rocks, 189.5 × 120 cm, oil on poplar wood (cradled panel), 1491 - 1508,  at National Gallery, London



Leonardo da Vinci, Isabella d'Este, 63 cm x 46 cm, Black and red chalk, yellow pastel chalk on paper, 1500, at Musée du Louvre, Paris