Daftar pengunjung terbaru

Sabtu, 30 Juli 2011

>> LUKISAN KARYA BASUKI ABDULLAH


>> Untuk mejelajah Galeri Online Lukisan terlengkap dan terbesar, silahkan klik disini

>> Untuk lebih mengetahui tentang Dunia Lukisan, silahkan klik disini





Pelukis: Basuki Abdullah
Judul : " Nude lady "
Ukuran : 80cm X 120cm
Media : Oil on Canvas
Harga: Nego ( hubungi kami untuk penawaran anda )

Karya sang pelukis maestro terkenal Basuki Abdullah, melukiskan keindahan seorang wanita yang begitu sempurna dalam nuansa eksotis, tema lukisan yang memadukan unsur sensualitas dan unsur alam namun terlihat elegan dengan warna karpet merah yang menjadi alas sang model lukisan. Nampak model lukisan berpose dengan wajah santai, tebaring diatas bebatuan bukit yang tinggi, sehingga nampak latar belakang sebuah pemandangan yang luas berpadu dengan suasana langit biru yang sedikit redup.

Lukisan sang model mewakili keindahan dan kesempurnaan seorang wanita, yang dalam dunia seni dianggap sebagai bagian dari keindahan seni, dilukis dalam gaya lukisan realist dengan begitu indah oleh sang pelukis maestro Basuki Abdullah.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pelukis: Basuki Abdullah
Judul : " Sang Proklamator kemerdekaan "
Ukuran : 48cm X 58cm
Media : Oil on Canvas
Tahun Karya: 1962
Harga: Nego ( hubungi kami untuk penawaran anda )


Melukiskan figur sang proklamator kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden RI 1, seorang bangsawan, seorang tokoh pemimpin legendaris " Ir. Soekarno" memakai kacamata hitam, posisi close up menghadap kesamping, perspektif lukisan dari bawah, mampu menonjolkan aura seorang negarawan dengan sikap yang tegas, berwibawa dan rendah hati.

Sapuan kuas brush stroke khas Basuki Abdullah semakin mempertegas akan kekuatan obyek lukisan, black and white adalah warna sederhana yang digunakan dalam lukisan ini, seolah sang pelukis ingin menyampaikan makna akan kesederhanaan jiwa yang rendah hati dari sosok sang proklamator.







---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pelukis: Basuki Abdullah
Judul : " Janoko Bertapa "
Ukuran : 78cm X 58cm
Media : Oil on Canvas
Harga: Nego ( hubungi kami untuk penawaran anda )


Sebuah karya seni yang melukiskan kisah tentang pertapaan seorang tokoh dalam pewayangan Arjuna ”janoko” panduputra, dia terkenal ksatria tampan rupawan sakti mandraguna memiliki segudang ilmu. Sebagai Maha perwira ia tidak saja menjunjung tinggi apa arti kewibawaan bagi hidup manusia, tetapi juga memproses alam pikirannya untuk menjangkau sasaran akhir hayatnya dengan jalan gemar berapa agar kelak mendapat kemuliaan akhirat, nampak dalam pertapaanya digoda oleh para dayang dan puteri-puteri cantik yang ingin mengacaukan dan menggagalkan pertapaanya, namun dengan ketenangan pikiran terkonsentrasi yang terhubung dengan Sang Maha Esa, semua godaan tidak membuatnya goyah dan terlena.

Demikian juga dalam kehidupan, jika manusia memiliki pemahaman hakekat sebenarnya tentang kehidupan, memiliki tujuan mulia untuk hidup di Dunia dan Akherat, maka segala godaan, tipu daya Dunia fana yang sering kali menjerumuskan manusia kedalam jurang kesengsaraan, tidak akan sanggup menggoyahkan keyakinanya.

Janoko sebagai tokoh teladan, apa yang dilakukan berdasarkan dermanya seorang ksatria. Luhur budi dan rendah hatinya, tetapi pantang mundur menghadapi kesulitan. Menolong orang yang sedang kesulitan merupakan kewajiban utama baginya, tanpa memandang siapa orangnya dan dari golongan mana. Karena itu tidak mengherankan apabila ia sering pula di sengsarakan kaum Kurawa. Tapi semua itu diterima dengan kebesaran jiwa tanpa ada rasa dendam.

Wajah tampan yang dimiliki seolah menjadi modal hingga banyak digandrunggi putri-putri jelita, tetapi pantang memanfaatkan kesempatan untuk melayaninya. Keteguhan imannya terlalu kokoh dilanggar perbuatan yang asusila, nampak dalam lukisan Janoko dikelilingi puteri-puteri cantik yang terkesima akan ketampananya. 
Keutamaan lain jika ia berbuat salah tak segan menyerahkan diri untuk mendapat hukuman atau bahkan menghukung dirinya sendiri. Itulah kepribadian yang menonjol hingga patut mendapat gelar sebagai tokoh Teladan Jaya dalam susila. Ketampanan dan keluhuran budi dari janoko telah menginspsirasi Basuki Abdullah dalam berkarya menciptakan sebuah lukisan yang bermakna dan bernilai seni tinggi ini.




-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Basoeki Abdullah lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 25 Januari 1915 – meninggal 5 November 1993 pada umur 78 tahun, dia merupakan salah satu pelukis maestro yang dimiliki Indonesia.Ia dikenal sebagai pelukis aliran realis dan naturalis. Ia pernah diangkat menjadi pelukis resmi Istana Merdeka Jakarta dan karya-karyanya menghiasi istana negara dan kepresidenan Indonesia, karyanya juga koleksi oleh para kolektor dari berbagai penjuru dunia.

Bakat melukisnya terwarisi dari ayahnya, Abdullah Suryo Subroto, yang juga seorang pelukis dan penari. Sedangkan kakeknya adalah seorang tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional Indonesia pada awal tahun 1900-an yaitu Doktor Wahidin Sudirohusodo. Sejak umur 4 tahun Basoeki Abdullah mulai gemar melukis beberapa tokoh terkenal diantaranya Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, Yesus Kristus dan Krishnamurti.

Pendidikan formal Basoeki Abdullah diperoleh di HIS Katolik dan Mulo Katolik di Solo. Berkat bantuan Pastur Koch SJ, Basoeki Abdullah pada tahun 1933 memperoleh beasiswa untuk belajar di Akademik Seni Rupa (Academie Voor Beeldende Kunsten) di Den Haag, Belanda, dan menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun dengan meraih penghargaan Sertifikat Royal International of Art (RIA).

Pada masa Pemerintahan Jepang, Basoeki Abdullah bergabung dalam Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat yang dibentuk pada tanggal 19 Maret 1943. Di dalam Gerakan Poetra ini Basoeki Abdullah mendapat tugas mengajar seni lukis. Murid-muridnya antara lain Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia) dan Zaini (pelukis impresionisme). Selain organisasi Poetra, Basoeki Abdullah juga aktif dalam Keimin Bunka Sidhosjo (sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-sama Affandi, S.Sudjoyono, Otto Djaya dan Basoeki Resobawo.

Di masa revolusi Bosoeki Abdullah tidak berada di tanah air yang sampai sekarang belum jelas apa yang melatar belakangi hal tersebut. Jelasnya pada tanggal 6 September 1948 bertempat di Belanda Amsterdam sewaktu penobatan Ratu Yuliana dimana diadakan sayembara melukis, Basoeki Abdullah berhasil mengalahkan 87 pelukis Eropa dan berhasil keluar sebagai pemenang, sejak itu pula dunia mulai mengenal Basoeki Abdullah, putera Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia. Selama di negeri Belanda Basoeki Abdullah sering kali berkeliling Eropa dan berkesempatan pula memperdalam seni lukis dengan menjelajahi Italia dan Perancis dimana banyak bermukim para pelukis kelas Dunia.

Basoeki Abdullah terkenal sebagai seorang pelukis potret, terutama melukis wanita-wanita cantik, keluarga kerajaan dan kepala negara yang cenderung mempercantik atau memperindah seseorang ketimbang wajah aslinya. Selain sebagai pelukis potret yang ulung, diapun melukis pemandangan alam, fauna, flora, tema-tema perjuangan, pembangunan dan sebagainya.

Basoeki Abdullah banyak mengadakan pameran tunggal baik di dalam negeri maupun di luar negeri, antara lain karyanya pernah dipamerkan di Bangkok - Thailand, Malaysia, Jepang, Belanda, Inggris, Portugal dan negara-negara lain. Lebih kurang 22 negara yang pernah disinggahi untuk pameran karya lukisanya. Hampir sebagian hidupnya dihabiskan di luar negeri diantaranya beberapa tahun menetap di Thailand, dan sejak tahun 1974 Basoeki Abdullah menetap di Jakarta, diangkat sebagai pelukis Istana Merdeka.


0 komentar:

Poskan Komentar