Daftar pengunjung terbaru

Selasa, 18 Juni 2013

>> LUKISAN KARYA DULLAH



Pelukis Dullah lahir di Solo, Jawa Tengah, 17 September 1919, ia dikenal sebagai seorang pelukis realis. Corak lukisannya realistik. Mempunyai kegemaran melukis portrait (wajah) dan komposisi-komposisi yang menampilkan banyak orang (group). Diakui, Dullah belajar melukis dari dua orang Gurunya yang sekaligus merupakan pelukis ternama, yaitu S. Sudjojono dan Affandi. Meskipun demikian corak lukisannya tidak pernah mempunyai persamaan dengan dua orang gurunya tersebut.  

Pernah dikenal sebagai pelukis istana selama 10 tahun sejak awal tahun 1950-an, dengan tugas merestorasi lukisan (memperbaiki lukisan-lukisan yang rusak) dan menjadi bagian dalam penyusunan buku koleksi lukisan Presiden Soekarno. Dullah juga dikenal sebagai pelukis revolusi, karena dalam karya-karyanya banyak menyajikan lukisan dengan tema-tema perjuangan selama masa mempertahankan kemerdekaan.
Pada waktu perang kemerdekaan II, saat Yogyakarta diduduki oleh tentara Belanda pada 19 Desember 1949 hingga 29 Juni 1950, Dullah memimpin anak didiknya yang masih belum berumur 17 tahun untuk melukis langsung peristiwa-peristiwa selama pendudukan Yogyakarta sebagai usaha pendokumentasian sejarah perjuangan bangsa. Lukisan-lukisan yang dihasilkan ketika itu diulas di surat-surat kabar, bahkan oleh Affandi dinilai sebagai karya satu-satunya di dunia.
  
Dullah merupakan salah seorang pelukis realis yang jarang berpameran. Tapi pamerannya bersama anak-anaknya di Gedung Agung (Istana Kepresidenan Yogya) tahun 1978, berhasil menarik puluhan ribu orang. Meskipun pameran diperpanjang satu hari, pintu gerbang Gedung Agung bagian Utara sempat pula jebol. Pameran itu dilanjutkan 20 Desember 1979 hingga 2 Januari 1980, di Aldiron Plaza, Jakarta. Banyak orang kecewa karena ia tak menjual lukisannya.
Bagi Dullah, melukis adalah media untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Dullah termasuk pendiri Himpunan Budaya Surakarta (HBS). Kemudian didirikannya sebuah sanggar di Pejeng, Bali. Pada setiap pameran baik didalam atau diluar negeri, karya murid-muridnya ikut disertakan.

Ia juga menulis sajak, beberapa sajaknya dimuat dalam bunga rampai sastra Indonesia yang di himpun oleh H.B Jassin. Pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan terbit dalam sebuah kumpulan di Pakistan. Sebuah puisinya yang berjudul Anak Rakyat ditulis tahun 1943 dan dimuat dalam Gema Tanah Air, barangkali sudah mengisyaratkan kegandrungannya kepada tema perjuangan dalam lukisan-lukisannya. Dullah mendirikan museum pribadi di Solo pada tahun 70-an, dan hingga kini museum tersebut masih representatif dan dikelola oleh pemerintah Kotamadya Surakarta.
Banyak lukisan-lukisannya yang menjadi koleksi pejabat-pejabat penting pemerintahan, kolektor seni baik dalam maupun luar negeri, tokoh masayarakat dan orang terkemuka, diantaranya Presiden pertama RI Soekarno, Wakil Presiden pertama RI Muhammad Hatta, Adam Malik, mantan Presiden Amerika Serikat Eisenhower, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Walter Mondale, mantan Perdana Menteri Australia Rudolf Menzies dan museum seni lukis di Ceko.   



"Didepan pura" by Dullah, Size: 68cm x 54cm, Medium: Oil on canvas, Year: 1969
*) Auction: Masterpiece



"Gadis Bali" by Dullah, Size: 60cm x 50cm, Medium: Oil on canvas
*) Auction: Masterpiece



"Gunung Lawu-Jawa Tengah" by Dullah, Medium: Oil on Canvas, Size: 130cm X 180cm, Year: 1953
*) Koleksi Bung Karno



"Halimah gadis Aceh" by Dullah, Medium: oil on canvas, Size: 94,5cm X 74cm
*) Koleksi Bung karno



"Hutan di Gunung Merapi-Jawa Tengah" by Dullah, Medium: oil on canvas, Size: 221cm x 122cm
*) Koleksi Bung karno



"Kebun Sayur" by Dullah, Medium: Oil on Canvas, Size: 96cm x 151cm
*) Koleksi Bung karno



"Landscape Ngarai" by Dullah, Size: 70cm x 135cm, Medium: Oil on canvas 
*) Auction: Masterpiece




"Ngarai Minagkabau-Sumatera" by Dullah, Medium: oil on canvas, Size: 140cm x 72cm
*) Koleksi Bung karno



"Pemadangan di Kintamani" by Dullah, Medium: Oil on Canvas, Size: 174cm x 349cm, Year: 1952
*) Koleksi Bung karno



"Pemuda lampung berpakain adat" by Dullah, Medium: Oil on canvas, Size: 120cm x 59cm, Year: 1952
*) Koleksi Bung karno



"Persiapan gerilya" by Dullah, Medium: oil on canvas, Size: 178cm x 197cm
*) Koleksi Bung karno



"Persiapan Kebun Istana Presiden Soekarno sewaktu di Jogja" by Dullah, Medium: oil on canvas, Size: 90cm x 125cm
*) Koleksi Bung karno



"Pintu gerbang suatu kampung di Bali" by Dullah, Medium: oil on canvas, Size: 66cm x 84cm
*) Koleksi Bung karno



"Praktek tentara pendudukan asing" by Dullah, Medium: Oil on canvas, Size: 136,5cm x 199cm
*) Koleksi Bung karno



"Sawah dikaki gunung Lawu" by Dullah, Medium: Oil on canvas, Size: 92cm x 148cm
*) Koleksi Bung karno



"Sebuah pintu gerbang pura di Bali" by Dullah, Medium: Oil on canvas, Size: 159cm x 119cm
*) Koleksi Bung karno



"Seorang model wanita" by Dullah, Medium: Oil on Canvas, Size: 90cm x 120cm
*) Koleksi Bung karno



"Smoking old fellow" by Dullah, Size: 98cm x 67cm, Medium: Oil on canvas, Year: 1975
*) Auction: Masterpiece



"Telaga Sarangan-Jawa Timur" by Dullah, Medium: oil on canvas, Size: 87cm x 114cm
*) Koleksi Bung karno



"Gadis Bali" by Dullah, Medium: oil on canvas, Size: 60cm x 50cm
*) Auction: Masterpiece



"Girl with offering passing the tample" by Dullah, Medium: Oil on canvas, Size: 90cm x 60cm
*) Auction: Masterpiece


"Kakek"by Dullah , Size: 50cm x 40cm, Medium: oil on canvas
*) Auction: Masterpiece

0 komentar:

Poskan Komentar