Biografi dan informasi lukisan original karya pelukis maestro terkenal

JAVADESINDO Art Gallery menyajikan informasi seputar biografi dan karya-karya lukisan original dari para pelukis maestro terkenal yang pernah dilelang atau dikoleksi oleh museum seni international.

Biografi dan informasi lukisan original karya pelukis maestro terkenal

JAVADESINDO Art Gallery menyajikan informasi seputar biografi dan karya-karya lukisan original dari para pelukis maestro terkenal yang pernah dilelang atau dikoleksi oleh museum seni international.

Biografi dan informasi lukisan original karya pelukis maestro terkenal

JAVADESINDO Art Gallery menyajikan informasi seputar biografi dan karya-karya lukisan original dari para pelukis maestro terkenal yang pernah dilelang atau dikoleksi oleh museum seni international.

Biografi dan informasi lukisan original karya pelukis maestro terkenal

JAVADESINDO Art Gallery menyajikan informasi seputar biografi dan karya-karya lukisan original dari para pelukis maestro terkenal yang pernah dilelang atau dikoleksi oleh museum seni international.

Biografi dan informasi lukisan original karya pelukis maestro terkenal

JAVADESINDO Art Gallery menyajikan informasi seputar biografi dan karya-karya lukisan original dari para pelukis maestro terkenal yang pernah dilelang atau dikoleksi oleh museum seni international.

Biografi dan informasi lukisan original karya pelukis maestro terkenal

JAVADESINDO Art Gallery menyajikan informasi seputar biografi dan karya-karya lukisan original dari para pelukis maestro terkenal yang pernah dilelang atau dikoleksi oleh museum seni international.

Tuesday, June 6, 2017

>> BIOGRAFI DAN LUKISAN GEORGIA O'KEEFFE

Georgia Totto O'Keeffe (15 November 1887-6 Maret 1986) merupakan seorang seniman berkebangsaan Amerika Serikat. Dia dilahirkan di peternakan Winconsin milik keluarganya di Sun Prairie, Wisconsin. Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani. Dia hadir di sekolah tinggi di Sacred Heart Academy di Madison, Wisconsin. Dia lulusan sekolah tinggi tepatnya di Chatham Episcopal Institute di Virginia pada tahun 1905.

O'Keeffe pertama kali hadir di pemeran umum tepatnya di Art Institute of Chicago, New York pada tahun 1943, dan kemudian pada Tahun 1946 di Museum of Modern Art, New York.

Georgia O’Keeffe merupakan salah satu pelukis Amerika paling terkenal. Lukisan nya berkarakteristik warna cerah serta tajam menunjukkan keindahan, terinspirasi dari alam benda disekitar.

Georgia suka melukis bunga, pegunungan, cangkang kerang, dan bahkan tulang binatang yang ia temukan di gurun. Walupun Georgia amat tertarik pada segala jenis beda alami, tetapi ia tidak pernah melukis gambar orang atau hewan.

Georgia sering menggubah hal-hal alami yang ia lihat dan menyederhanakannya. Ia pernah melukis cangkan kerang dan ia membuatnya sangat besar, untuk memberi lukisan cangkang kerang itu sebuah “kekuatan spesial”. Terkadang ia melukis bentuk dan warna yang ia lihat di pikirannya.

Peternakan dimana O'Keeffe dibesarkan adalah tempat bagus untuk mempelajari alam. O'Keeffe ingin menyentuh dan merasakan semua yang bisa digapai tangannya. O'Keeffe ingat bahwa ketika ia masih kecil, ia menaruh tanah di dalam mulutnya untuk tahu seperti apa rasanya.

Ibu O'Keeffe berpikir bahwa seni amatlah penting dan ia memastikan O'Keeffe dan saudarinya mendapatkan pengajaran tentang seni selama mereka tumbuh. O'Keeffe amat baik dalam pelajaran seni sehingga orangtua nya mendorong nya untuk masuk perguruan tinggi seni setelah ia lulus SMA. O'Keeffe belajar di beberapa sekolah seni. Di salah satu sekolah di New York, ia memenangkan sebuah penghargaan karena lukisannya " Dead Rabbit with Copper Pot ".

O'Keeffe suka Kota New York. Kota ini lebih sibuk dan lebih menyenangkan dari pada tempat peternakan tempat ia dibesarkan. O'Keeffe sering mengunjungi sebuah galeri kecil di New York yang mamajang hasil karya seniman baru. Galeri ini milik seorang fotografer bernama Alfred Stieglitz.

Setelah merampungkan sekolahnya, O'Keeffe memutuskan untuk mengajar seni sementara, dan pergi ke Texas untuk mendapatkan pekerjaan di sana. O'Keeffe suka Texas. Ia suka langitnya yang cerah dan teriknya matahari di sana. Ia merasakan energi dan kekuatan dari badai debu dan kilat panas yang ia lihat di malam hari. Georgia mulai menunjukkan ketertarikannya pada Texas dalam lukisannya. Kemudian, pekerjannya terlihat berbeda dari hasil karya seniman lain.

Salah satu pemilik Galleri di New York yaitu  Alfred Stieglitz sangat tertarik pada karya-karya Georgia O’Keeffe. Ia mengatakan bahwa O'Keeffe bisa menjadi salah satu seniman terbaik di Amerika.

Kemudian Alfred menulis surat kepada O'Keeffe dan memintanya untuk kembali ke New York. O'Keeffe merasa berat hati untuk meninggalkan Texas, tapi akhirnya ia menerima ajakan Alfred.

Setelah ia tiba di New York, O'Keeffe mulai melukis diatas kanvas-kanvasnya dengan warna cerah. Kemudian hasil karyanya berubah dan ia mulai melukis bunga-bunga yang cantik yang membuatnya menjadi terkenal.

O'Keeffe biasanya membuat bunga amat besar dengan jarak dekat. Ia berharap, lukisannya akan membuat orang-orang merasakan perasaan sama seperti ia melihat bunga yang asli. Lukisan O'Keeffe mendapat perhatian dalam waktu singkat. Awalnya, orang-orang penasaran dengan karya seniman permpuan. Pada tahun 1920an, tidak banyak seniman perempuan yang terkenal.

Meskipun O'Keeffe butuh uang untuk hidup, ia merasa sayang untuk menjual lukisannya. Ia telah bekerja keras untuk melukis dan merasa amat dekat dengan karyanya, sehingga ia merasa sedih saat lukisanya keluar dari galeri.

Di sela-sela waktu, O'Keeffe menjadi model untuk foto Alfred Stieglitz. Alfred merasa O'Keeffe sangat cantik dan ia mengambil banyak potret O'Keeffe.

Karena O'Keeffe tinggal di New York dan bekerja dekat dengan Alfred, mereka akhirnya jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah. Mereka pindah ke sebuah aparteman. O'Keeffe mulai melukis gambar kota dari apartemennya. Hal ini mengejutkan karena pada tahun 1920-an, lukisan pemandangan kota biasanya hanya dibuat oleh pelukis pria saja.

Beberapa tahun kemudian, O'Keeffe pergi ke Mexico untuk mengunjungi temannya dan menetap disana. Di Mexico, O'Keeffe mulai melukis tulang hewan, bunga-bunga, gurun, dan hal-hal gurun lainnya. Georgia suka pegunungan di Mexico. Mereka terlihat hidup baginya. Di beberapa lukisannya, kita bisa melihat pegunungannya seolah bisa bergerak.

Georgia menghabiskan sisa hidupnya melukis di Mexico. Alfred setuju bahwa ini adalah tempat terbaik bagi O'Keeffe untuk membuat lukisan yang bagus. O'Keeffe pergi ke NewYork hanya beberapa bulan dalam setiap tahun untuk bersama Alfred. Beberapa tahun kemudian setelah Alfred meninggal Georgia memutuskan untuk tinggal permanen di Mexico.

Georgia O’Keeffe hidup selama 98 tahun. O’Keeffe tidak peduli dengan apa yang orang-orang pikirkan tentangnya atau karyanya.

O’Keeffe bertemu banyak seniman selama hidupnya. Ia belajar banyak dari mereka tapi tidak pernah meniru gaya mereka. Karena itulah, lukisan-lukisan karya O’Keeffe selalu asli. Ia sering menemukan keindahan dalam benda-benda yang kebanyakan orang tidak peduli atau bahkan tidak perhatikan dan ia bisa menunjukkan keindahan dalam lukisannya.




Red Hill And White Shell by Georgia O'Keeffe, 1938



Abstraction White Rose by Georgia O'Keeffe, 1927



Autumn Leaves, Lake George by Georgia O'Keeffe, 1924



Autumn Trees - The Maple by Georgia O'Keeffe, 1924



Black Hills with Cedar by Georgia O'Keeffe, 1941



Black Iris III by Georgia O'Keeffe, 1926



Black Place by Georgia O'Keeffe, 1944



Blue and Green Music by Georgia O'Keeffe, 1921



Blue, Black and Grey by Georgia O'Keeffe, 1960



Cow's Skull Red, White, and Blue by Georgia O'Keeffe, 1931



Cow's Skull with Calico Roses by Georgia O'Keeffe, 1931



Flower of Life II by Georgia O'Keeffe, 1918



From the Faraway Nearby by Georgia O'Keeffe, 1937



From the Lake by Georgia O'Keeffe, 1924



Grey Lines with Black, Blue and Yellow, 1923



Jack in the Pulpit No. IV  by Georgia O'Keeffe, 1930



Jimson Weed - White Flower No. 1 by Georgia O'Keeffe, 1932



Jimson Weed by Georgia O'Keeffe, 1936



Lake George by Georgia O'Keeffe 1922



Lake George, Autumn by Georgia O'Keeffe, 1927



Light Iris by Georgia O'Keeffe, 1924



Music Pink and Blue II by Georgia O'Keeffe, 1918



Oriental Poppies by Georgia O'Keeffe, 1928



Pelvis with the Distance by Georgia O'Keeffe, 1943



Petunias by Georgia OKeeffe 1924



Poppy by Georgia OKeeffe



Ram's Head with Hollyhock by Georgia O'Keeffe, 1935



Ram's Head, Blue Morning Glory by Georgia O'Keeffe, 1938



Ram's Skull with Brown Leaves, by Georgia OKeeffe



Red Canna by Georgia O'Keeffe, 1924



The Horse's Skull on Blue by Georgia O'Keeffe, 1930



The White Flower by Georgia O'Keeffe, 1932



Two Calla Lilies on Pink by Georgia O'Keeffe, 1928



Yellow Call by Georgia O'Keeffe, 1926



Yellow Hickory Leaves with Daisy by Georgia O'Keeffe, 1928

Monday, February 20, 2017

>> LUKISAN DAN BIOGRAFI KARTIKA AFFANDI


Kartika Affandi lahir di Jakarta pada tanggal 27 November 1934. Dia adalah putri pelukis maestro terkenal Affandi dari istri pertamanya, Maryati. Perjalanan pendidikan nya dimulai dari " Taman Dewasa " di Taman Siswa Jakarta, kemudian belajar seni di Universitas Tagore Shantiniketan India. Dia juga belajar tentang patung di Politeknik School of Art London.

Pada tahun 1952, Saptohoedojo menikahinya dan mereka memiliki delapan anak.

Pada tahun 1957, ia bergabung dengan pameran lukisan bersama dengan pelukis wanita lainya di Yogyakarta untuk pertama kalinya.

Pada tahun 1980 dia pergi ke Wina, Austria untuk belajar di Academy of Fine Arts jurusan Teknik Pelestarian dan Pemulihan benda-benda seni, kemudian dia meneruskan belajar di ICCROM (International Center of Pelestarian dan Pemulihan Properti Budaya) di Roma Italia.

Saat ini, lukisan dan patung Kartika juga dipamerkan di Museum Affandi, di Galeri ketiga.

Kartika tidak pernah menerima instruksi formal seni. Sejak usia tujuh tahun, dia diajarkan oleh Affandi dalam tehnik melukis dengan jari dan pelototan cat dari tube langsung di atas kanvas. Setiap pencampuran warna dilakukan pada tangan dan pergelangan tangan.

Kartika tidak memiliki studio permanen; seperti Affandi, ia lebih memilih untuk melukis di luar di lingkungan desa tempat ia berinteraksi langsung dengan sekitar. Ini berbeda dengan kebanyakan pelukis kontemporer Indonesia, yang bekerja di studio mereka.

Kartika affandi adalah salah satu dari sekelompok kecil wanita yang dari pertengahan tahun 1980-an telah berhasil memamerkan karya nya secara teratur dan telah memperoleh pengakuan dari berbagai kalangan termasuk pengamat seni dan kurator. Bahkan dalam konteks ini, seni Kartika muncul sebagai sesuatu yang unik, mulai seperti halnya dari konvensional ke subversif.

Mengikuti jejak populis Affandi, Kartika juga memiliki sejarah panjang mengenai tema-tema lukisan nya seperti masyarakat pedesaan, nelayan, petani, buruh dan pengemis. Saat melukis, dia berinteraksi langsung dengan model nya, kemudian saling bertukar pengalaman, cerita dan kisah kehidupan, saat ia melukis.

Narasi lukisannya bila dilihat dari dekat larut dengan kedalaman yang kuat, kesan abstrak dalam plototan serta goresan cat minyak penuh semangat. Perjalanan karir Kartika Affandi:

- Pada tahun 1964, ia mengikuti pameran bersama di Museum Modern of Art, Rio De Janeiro, Brazil. - Di tahun 1967, membantu Affandi membuat lukisan dinding (Fresco) di East West Center University of Hawaii, USA.
- Di tahun 1977, ia menjadi kurator pada museum Affandi hingga sekarang,
- Tahun 1969, ia menggelar pameran tunggal pertama di Jakarta dan dilanjutkan setiap tahun berpameran dikota-kota besar di Indonesia.
- Tahun 1970 pameran bersama di Thailand dan negeri Belanda.
- Tahun 1971, berpameran di Samat Art Gallery, Kuala Lumpur, Malaysia, Malay Art Gallery, Singapura.
- Tahun 1972 berpameran di Palazzo delle Esposizioni, Roma.
- Pada tahun 1973, Mengikuti pameran di Palais de Beaux-Arts Bruselles, Belgia dan Benrahter Orangerie, Dusseldorf, Jerman.
- Tahun 1974, ia berkeliling Indonesia bagian Timur dan Thailand bagian Utara untuk melukis.
- Tahun 1975, berpameran di FIAP Gallery, Paris, Lily Bone Gallery Nancy Festival, Perancis dan National Art Gallery, Algeria.
- Pada tahun 1978, berpameran di Credit Central Bank, Brussel, Belgia.
- Di tahun 1979, berpameran di Pinakota Art Gallery, Melbourne, Australia.
- Tahun 1980, berpameran di Gameente Massloujs Museum Netherland, Volkenkundig Museum Geradus, Gronigen dan Westpries Museum, Netherland.
- Tahun 1981, berpameran di Heimat Museum, Floritzdorf, Austria.
- Di tahun 1982, berpameran di K. Gamming Vienna International Center, Austria.
- Tahun 1983 berpameran di Mistelbach Gallery, Vienna Intenational Center.

Selama pendidikan di Austria tahun 1980-1983, ia melakukan kuliah kerja, di restorasi Fresco Akademi seni Rupa di Vienna, restorasi Fresco pada bangunan-bangunan bersejarah di Viena, Austria dan restorasi Fresco pada Gereja di Unter Marketlor Austria. Pada tahun 1984, ia berpameran di Roma, Italia dan pada bulan Desember 1984,  ia menikah lagi dengan Gerhard Koberl dari Austria.

Pendidikan :
- Taman Dewasa, Taman Siswa
- Tagore University Santiniketan, India, 1950
- Polytechnic School of Art, London, 1952
- Job Training untuk Management Gallery di Washington DC, USA, 1967
- Workshop Graphik Center Frans Maseriel di Kasterlee, Belgia, 1977
- Akademi Seni Rupa Jurusan Tehnik Pengawetan dan Restorasi Benda-benda Kesenian di Vienna, Austria, 1980 -1983
- ICCROM International Center of the Preservation and the Restoration of Cultural Property, Roma, Italia, 1984

Profesi :
Pelukis dan Kurator di Museum Affandi

Penghargaan :
- Beasiswa dari pemerintah Perancis untuk mengunjugi tempa-tempat kesenian di Paris (1968),
- Gold Medal dari Academica Italia Salsamoggiere (1980), Honorary Degree sebagai maestro di Pittura (1982)
- AUREA Gold Medal dari The International Parliament for Security and Peace, USA (1983)
- Beasiswa dari ICCROM untuk keliling Itali (1984),
- Master of Painter dari Youth of Asian Artist Workshop (1985)
- Outstanding Artist dari Mills College di Oakland California (1991)


Potret Diri karya Kartika Affandi, 2002


Anak-anak di depan masjid Meulaboh karya Kartika Affandi, 2006



Angsa karya Kartika Affandi, 2001



Bunga Kamboja karya Kartika Affandi, 1989



Fishing boat perahu eretan karya Kartika Affandi, 1993



Jembatan Amsterdam karya Kartika Affandi, 2000



Jembatan gantung Cisalak karya Kartika Affandi, 2000



Judi di tepi pantai Hongkong karya Kartika Affandi, 1999



Kincir angin Belanda karya Kartika Affandi, 2003



Lotus, 150cm x 200cm  karya Kartika Affandi, 2009



Pelabuhan Gresik karya Kartika Affandi, 2000



Penjual ayam karya Kartika Affandi, 1990



Pohon kering di Givency,France karya Kartika Affandi, 2009

Monday, February 13, 2017

>> LUKISAN DAN BIOGRAFI AGUS SUWAGE


Agus Suwage lahir pada tanggal 14 April 1959 di Purworejo, Jawa Tengah. Pada periode tahun 1979-1986, Agus mendapat pendidikan di Jurusan Desain Grafis, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Bandung. Agus mulai melakukan pameran tunggal pertama kali pada tahun 1995 di Rumah Seni Cemeti Yogyakarta. Kemudian di tahun berikutnya, Agus melakukan pameran tunggal di luar negeri untuk pertama kali di H Block Gallery QUT, di Brisbane, Australia. Karya Agus mulai mengikuti pameran bersama pada tahun 1997. Pada tahun tersebut karya Agus dipamerkan dalam lima pameran bersama, yang empat diantaranya diselenggarakan di luar negeri, yaitu India, Malaysia, Cuba, dan Jepang. Beberapa pameran tunggal Agus yang cukup menarik perhatian antara lain:

- CYCLE No.2, (2013)
- CYCLE No.3, (2013)
- The End Is Just Beginning Is The End, (2011) di The Tyler Rollins Fine Art, New York, Amerika.
- Pause/Re-Play, (2005) di ITB, Bandung.

Sampai tahun 2016, karya Agus tercatat telah dipamerkan di lebih dari 150 museum dan gallery dalam berbagai pameran di berbagai negara.

Enin Supriyanto (kurator pameran "Cycle No.3" di Jerman, 2013), melihat dalam beberapa hasil karya Agus Suwage, self-potrait tidak hanya menjadi sebuah subyek independent yang menjadi titik pusat, akan tetapi juga hadir berdampingan dengan elemen yang lain. Karya Agus dilihat merupakan kombinasi antara refleksi diri dan kontradiksi tentang "diri" itu sendiri. Dengan menggunakan kameranya, Agus merekam berbagai pose dan raut wajah miliknya, yang kemudian diteruskannya dalam gambar atau lukisan.

Dengan cara tersebut, Agus dianggap menerima fakta bahwa ketika dia menjadi subyek, di saat yang sama dia juga menjadi obyek. Hasil karyanya kemudian dianggap dapat menggambarkan bahwa "diri" dapat dipisah-pisah, menjadi pusat dari subyektifitas-diri, dan identitas mengenai diri akan selalu berubah ketika hadir diantara kehidupan sosial.
( sumber )

Agus Suwage, Bagaimana Menjelaskan Lukisan Kepada, 50 cm x 60 cm, Oil on canvas, 2001



Agus Suwage, Berkah I,  145 cm x 150 cm, Oil on canvas, 2002



Agus Suwage, Blues untuk Allah, 135 cm x 135 cm, Acrylic on canvas, 2001



Agus Suwage, Holy Politician, 150 cm x 200 cm, Oil on canvas, 2001



Agus Suwage, Kejutkan Istrimu, 50 cm x 60 cm, Oil on canvas, 2001



Agus Suwage, Maka Lahirlah Angkatan 90-an, 50 cm x 60 cm, Oil on canvas, 2001



Agus Suwage, nDobos, 200 cm x 115 cm, Oil on canvas, 2001



Agus Suwage, Ojo Gumun, Ojo Dumeh, 220 cm x 170 cm, Acrylic on canvas, 2001



Agus Suwage, Panning, 50 cm x 60 cm, Oil on canvas, 2001



Agus Suwage, Separuh Mimpi Separuh Kenyataan,  100 cm x 60 cm, Oil on canvas, 2001



Agus Suwage, Super Simpanse, 150 cm x 200 cm, Oil on canvas, 2001



Agus Suwage, Tarian Api, 145 cm x 145 cm, Oil on canvas, 2001


Thursday, October 6, 2016

>> LUKISAN DAN BIOGRAFI NASHAR


Nashar (lahir di Pariaman, Sumatera Barat, 3 Oktober 1928 – meninggal di Jakarta, 13 April 1994 pada umur 65 tahun) adalah seorang pelukis ternama Indonesia. Nashar banyak belajar senirupa dari S. Sudjojono di Yogyakarta, seorang pelukis besar yang kemudian hari dinobatkan sebagai Bapak Seni Lukis Modern Indonesia.Dia juga menerima pelajaran dari perupa ekspresionis, Affandi, yang mengajarinya melukis dengan mengambil objek kehidupan sehari-hari, yang terus dipertahankan sepanjang hidupnya.

Ditambah dengan didikan yang keras dari seorang ayah dan dibesarkan dalam kelaparan dan penderitaan, telah menjadikannya legenda yang nyaris sempurna untuk seorang pelukis, sehingga dia-pun dianggap sebagai salah satu maestro senirupa Indonesia.

Bersama Affandi, Nashar diajar melukis cepat dengan merekam objek seketika. Affandi juga mengajarkan bagaimana melukis objek keseharian. Sejak itu, Nashar kemudian melukis apa saja, kapan saja dan di mana saja. Buku sketsa tak pernah lepas dari tangannya.

Belajar dari para maestro, Nashar kemudian mengembangkan pendekatannya sendiri. Walau percaya bahwa teori tetap perlu diajarkan di akademi, namun dalam melukis Nashar tak berteori. Bagi Nashar, teori baginya tak menjelaskan soal jiwa pelukisnya. Nashar mengembangkan kemungkinan-kemungkinan untuk menghasilkan karya yang imajinatif. Dengan mendekonstruksi teori seni lukis bahkan sejak dia mulai menggoresan kuas pertamanya.

Nashar pernah mengajar di Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ), namun kemudian dia mengundurkan diri dari lembaga itu karena perbedaan pandangan mengenai sistem pendidikan bagi siswa senirupa. Dia menolak sistem akademis yang dilaksanakan LPKJ. Dia seorang pengajar yang suka bergaul langsung dan menggambar bersama dengan siswa-siswanya, sehingga ia dianggap sebagai pengajar yang simpatik. Bagi Nashar, teori yang diajarkan di akademi senirupa tak begitu penting, meski teori boleh saja diajarkan pada siswa. Baginya aspek penjiwaan dalam diri seorang pelukis jauh lebih penting bagi seorang siswa yang mau mendalami senirupa.

Lukisan Nashar merupakan ungkapan perasaan pelukisnya pada kemurnian bentuk-bentuk yang bebas dari representasi alam atau objek-objek apapun. Nashar menghadirkan perasaan murni itu lewat irama garis, bentuk-bentuk, warna ataupun ruang. Dalam lukisannya, irama-irama itu memancarkan perasaannya yang mengalir sunyi. Akan tetapi di dalamya juga ada energi yang berombak, lewat getaran-getaran nuansa tekstur warna cerah yang berfungsi menghadirkan bentuk-bentuk abstrak itu.

Nashar pernah mengadakan pameran tunggal di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada tanggal 22 sampai 28 Februari 1973 dengan menampilkan empat puluh buah karya-karya lukisannya yang baru dan yang lama.

Sikapnya yang konsisten dalam seni lukis tercermin saat Nashar tak merasa terganggu bila lukisan-lukisan yang dipamerkan tak laku terjual. Dan Nashar punya alasan yang kuat untuk menerima resiko itu. Baru menjelang tahun 2000, lukisan Nashar mulai dilirik orang, dan balai lelang mulai melelangnya dengan antusias. Harga-harga lukisan Nashar pun jauh dari bayangan dan kehidupan Nashar yang dulu begitu akrab dengan penderitaa dan kemiskinan. Namun sayangnya, ketika nilai harga lukisannya itu sudah melambung tinggi, sang maestro sudah tidak ada lagi. Hanya meninggalkan jejak-jejak karyanya di tangan kolektor, atau pun di keluarga.


" Alam " karya Nashar, 134 cm x 94 cm, Acrylic on canvas, 1977


" Anak " karya Nashar, oil on canvas, 1964



" Babi " karya Nashar, 95 cm x 64 cm, Acrylic on canvas, 1972



" Drama " karya Nashar, 63cm x 87 cm, Acrylic on canvas, 1991



" Golek " karya Nashar, 95 cm x 65 cm, Acrylic on canvas, 1971



" Halaman Rumah " karya Nashar, Acrylic on canvas, 1970-1980



" Irama Gerak " karya Nashar, 93 cm x 64 cm, Acrylic on canvas, 1983



" Kepala Lembu " karya Nashar, Watercolor on paper , 56,5 cm x 42 cm,  1949



" Ketidakbulatan Merah dan Biru " karya Nashar, 137 cm x 88 cm, Acrylic on canvas, 1977



" Larut Malam " karya Nashar, 137 cm x 88 cm, Acrylic on canvas, 1977



" Menuju Matahari " karya Nashar, 66cm x 100 cm, Acrylic on canvas, 1987



" Model Bertiga " karya Nashar, 139 cm x 89 cm, Acrylic on canvas, 1975



" Perahu " karya Nashar,  46 cm x 43 cm, Acrylic on canvas, 1975



" Renungan Malam " karya Nashar, Acrylic on canvas



" Renungan Malam Mei 78 " karya Nashar, 136 cm x 88 cm, Acrylic on canvas, 1978



" Tiga Naga " karya Nashar, 138 cm x 89 cm, Acrylic on canvas, 1974



" Unknown (Nashar 3) " karya Nashar, Acrylic on canvas, 1974



" Unknown (Nashar 4) " karya Nashar, Acrylic on canvas, 1993



" Unknown " karya Nashar, Acrylic on canvas, 1990-1993