Friday, July 27, 2018
Art Gallery
0 comment
>> LUKISAN KHUSUS KOLEKSI SENI TINGGI, VOL.1
Keistimewaan Lukisan:
- Lukisan karya pelukis master Heno Airlangga, kualitas karya seni tinggi
- Bahan kanvas dan cat kualitas 1, lukisan awet, daya tahan terhadap suhu ruangan hingga 100 Tahun lebih, bisa buat kenang - kenangan berharga untuk anak cucu.
- Lukisan memiliki goresan bertekstur artistik tinggi, perpaduan goresan jari tangan langsung dan goresan kuas brushstroke
- Setiap lukisan hanya ada 1, dan tidak dibuat ulang
- Saat dikirim, lukisan sudah lengkap dengan bingkai mewah, tinggal pasang pada dinding
- Pengiriman ke seluruh Indonesia, ongkos kirim gratis
- Jaminan lukisan terkirim dalam packing aman, sampai alamat tujuan dalam kondisi baik
- Layanan profesional, respon cepat dan terpercaya. JAVADESINDO Art Gallery berpengalaman lebih dari 15 Tahun dalam spesialis layanan lukisan berkualitas karya seni tinggi
Informasi harga dan pembelian:
Telp-Whatsapp: 081 329 7 329 11
Email: javadesindo@gmail.com
Judul: Adik ku Sayang
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 90,5cm x 66cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: Biarkan dia berproses
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 70cm x 72cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: Bunga Matahari dalam Vas Hitam
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 100cm x 67cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: Dunia indah Kupu - kupu
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 48cm x 53cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2017
Judul: Generasi Hebat NKRI
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 150cm x 101cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2017
Judul: Hadir mewarnai indah nya Dunia I
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 97cm x 142cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: Kakek Tersenyum
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 69cm x 46cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: Kepala Naga
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 142,5cm x 101cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: Kucing Hitam
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 73cm x 53cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: Kuda Hitam
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 138cm x 93cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2017
Judul: Masa depan yang hilang I
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 102cm x 68cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: Masa depan yang hilang II
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 90cm x 67cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: Membawa pesan perdamaia
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 66cm x 96cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: Menikmati Masa Tua
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 67cm x 52cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: Menjaga Garuda ku
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 150cm x 101cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2017
Judul: Nyanyian Kemenangan
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 90cm x 66cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: Pejantan Tangguh
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 96cm x 67cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: Pemain Biola
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 70cm x 100cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2017
Judul: Perjuangan hidup sang Nenek
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 66cm x 97cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: Pesona Bunga Calla Lily
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 66cm x 97cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2017
Judul: Purnama di langit Borobudur
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 54cm x 68cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: Sebuah keseimbangan
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 53cm x 66cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: Warisan Leluhur
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 100cm x 70cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2017
Judul: 4 Bunga Matahari
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 45cm x 43cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Judul: 9 Ikan Arowana
Pelukis: Heno Airlangga
Ukuran: 96cm x 140cm
Media: Cat Akrilik diatas kanvas
Tahun: 2016
Saturday, June 23, 2018
>> LUKISAN DAN BIOGRAFI MARK ROTHKO
Mark Rothko lahir pada tanggal 25 September 1903 dan meninggal pada Tahun 1970. Mark Rothko lahir dari orang tua yang berdarah Rusia dan Yahudi, meskipun dia berkewarnegaraan Amerika. Tidak heran banyak karyanya yang mengamati radikalisme politik di Eropa Timur dan juga tentang para imigran Yahudi yang sampai di Amerika sekitar tahun 1880 – 1920. Dia lahir dari keluarga yang berpendidikan tinggi, dan orang tuanya lebih mengajarkan hal-hal yang sekular dan politis kepada anak-anak mereka ketimbang memberikan pelajaran agama. Masa kecil Rothko penuh dengan ketakutan, karena saat itu orang Yahudi sering disalahkan karena kejadian-kejadian buruk yang terjadi saat itu.
Kesuksesan Rothko sebagai seorang pelukis mulai terjadi saat dirinya diliput oleh majalah Fortune, dan juga karena lukisannya banyak dibeli oleh orang-orang terkenal. Keuangannya lalu membaik, tapi saat itu dia masih mengajar di Brooklyn College. Pada tahun 1954, Rothko mengadakan pameran tunggalnya yang pertama di Art Institute of Chicago. Tapi ternyata ketenaran ini malah membuat Rothko merasa semakin tidak dimengerti oleh orang-orang. Dia takut orang-orang hanya membeli lukisannya supaya terlihat keren, dan bukan karena benar-benar suka dengan karyanya.
Pada jamannya, Rothko memang menjadi dekat dengan para sosialita karena karya-karyanya. Empat lukisannya dibeli oleh Duncan Phillips, lalu keluarga Rockerfeller juga membeli lukisannya. Dia bahkan pernah duduk bersama dengan Joseph Kennedy, dan setahun setelah itu karyanya terpajang di Museum of Modern Art.
Meskipun bukan seorang penganut agama Katolik, Rothko kemudian mendirikan “Rothko Chapel” di Houston, Texas. Kapel ini sebenarnya semacam galeri lukisannya. Disebut “Rothko Chapel” karena memang tadinya bangunan itu sebuah kapel yang kemudian dibeli oleh Rothko. Sayangnya, Rothko tidak sempat melihat peresmian kapel ini di tahun 1971 karena tutup usia.
Seperti beberapa seniman besar, Rothko mati bunuh diri, dengan cara menyilet nadinya. Di akhir hidupnya, Rothko sangat depresi karena pernikahannya bermasalah dan kesehatannya juga terganggu. Penyebab utamanya bisa jadi karena impotensi yang dideritanya, yang akhirnya menyebabkan mantan istrinya memutuskan untuk hidup terpisah dengannya.
Semasa hidupnya, Rothko banyak membuat karya lukis beraliran abstrak dengan warna-warna yang berani. Meskipun karya bisa dikategorikan sebagai abstrak ekspresionis, tapi Rothko menolak karyanya digolong-golongkan, dan lebih setuju kalau “anak-anaknya” itu disebut sebagai karya yang sederhana.
Pada tahun 2005, “Homage to Matisse” karya Rothko terjual dengan harga $22.5 juta dalam sebuah lelang. Dua tahun kemudian, “White Center” terjual di Sotheby dengan harga $72.8 juta. Pada tahun 2012, “Orange, Red, Yellow” yang dibuat oleh Rothko pada tahun 1961 terjual dengan harga $86.9 juta.
Banyak orang mengagumi karya-karya Rothko, namun tidak sedikit juga yang menganggap karya - karyanya hanya begitu saja, tidak memakai teknik yang sulit dan hanya mencampur-campur warna.
Kesuksesan Rothko sebagai seorang pelukis mulai terjadi saat dirinya diliput oleh majalah Fortune, dan juga karena lukisannya banyak dibeli oleh orang-orang terkenal. Keuangannya lalu membaik, tapi saat itu dia masih mengajar di Brooklyn College. Pada tahun 1954, Rothko mengadakan pameran tunggalnya yang pertama di Art Institute of Chicago. Tapi ternyata ketenaran ini malah membuat Rothko merasa semakin tidak dimengerti oleh orang-orang. Dia takut orang-orang hanya membeli lukisannya supaya terlihat keren, dan bukan karena benar-benar suka dengan karyanya.
Pada jamannya, Rothko memang menjadi dekat dengan para sosialita karena karya-karyanya. Empat lukisannya dibeli oleh Duncan Phillips, lalu keluarga Rockerfeller juga membeli lukisannya. Dia bahkan pernah duduk bersama dengan Joseph Kennedy, dan setahun setelah itu karyanya terpajang di Museum of Modern Art.
Meskipun bukan seorang penganut agama Katolik, Rothko kemudian mendirikan “Rothko Chapel” di Houston, Texas. Kapel ini sebenarnya semacam galeri lukisannya. Disebut “Rothko Chapel” karena memang tadinya bangunan itu sebuah kapel yang kemudian dibeli oleh Rothko. Sayangnya, Rothko tidak sempat melihat peresmian kapel ini di tahun 1971 karena tutup usia.
Seperti beberapa seniman besar, Rothko mati bunuh diri, dengan cara menyilet nadinya. Di akhir hidupnya, Rothko sangat depresi karena pernikahannya bermasalah dan kesehatannya juga terganggu. Penyebab utamanya bisa jadi karena impotensi yang dideritanya, yang akhirnya menyebabkan mantan istrinya memutuskan untuk hidup terpisah dengannya.
Semasa hidupnya, Rothko banyak membuat karya lukis beraliran abstrak dengan warna-warna yang berani. Meskipun karya bisa dikategorikan sebagai abstrak ekspresionis, tapi Rothko menolak karyanya digolong-golongkan, dan lebih setuju kalau “anak-anaknya” itu disebut sebagai karya yang sederhana.
Pada tahun 2005, “Homage to Matisse” karya Rothko terjual dengan harga $22.5 juta dalam sebuah lelang. Dua tahun kemudian, “White Center” terjual di Sotheby dengan harga $72.8 juta. Pada tahun 2012, “Orange, Red, Yellow” yang dibuat oleh Rothko pada tahun 1961 terjual dengan harga $86.9 juta.
Banyak orang mengagumi karya-karya Rothko, namun tidak sedikit juga yang menganggap karya - karyanya hanya begitu saja, tidak memakai teknik yang sulit dan hanya mencampur-campur warna.
"Black on Maroon" by Mark Rothko, 231.1 x 180.3 cm, oil on canvas, 1956 - Location Albright-Knox Art Gallery, Buffalo, NY, US
"Black on Maroon" by Mark Rothko, 266.7 cm × 381.2 cm, oil on canvas, 1958 - Location Tate Modern, London
"Four Darks in Red" by Mark Rothko, oil on canvas, 1958, Whitney Museum of American Art
"Green and Maroon" by Mark Rothko, 232 cm x 139 cm, oil on canvas, 1953 - Location The Phillips Collection
" Magenta, Black, Green on Orange " by Mark Rothko, oil on canvas, 1947
"No 1 " by Mark Rothko, 288.9 cm × 171.5 cm, oil on canvas, 1954
"No. 6 (Violet, Green and Red)" by Mark Rothko, oil on canvas, 1951
"No. 10" by Mark Rothko, 239.4 cm × 175.9 cm, oil on canvas, 1958
"Magenta, Black, Green on Orange" by Mark Rothko, oil on canvas, 1947
" No. 61 (Rust and Blue) " by Mark Rothko, 115 cm × 92 cm, oil on canvas, 1953 - Museum of Contemporary Art, Los Angeles
"Orange, Red, Yellow" by Mark Rothko, 236.2 cm × 206.4 cm, Acrylic on canvas, 1961
"Untitled (Black on Grey)" by Maek Rothko, oil on canvas, 1970
"Untitled (Red)" by Mark Rothko, 168 cm x 208 cm, oil on canvas, 1949
"Untitled (Red)" by Mark Rothko, 209.5 × 125.3 cm, oil on canvas, 1956 - Location Albright-Knox Art Gallery, Buffalo, NY, US
"Untitled" by Mark Rothko, 261.6 cm × 158.7 cm, oil on canvas, 1952
"White Center" by Mark Rothko, 205.8 cm × 141 cm, oil on canvas, 1950
Tuesday, June 6, 2017
>> BIOGRAFI DAN LUKISAN GEORGIA O'KEEFFE
Georgia Totto O'Keeffe (15 November 1887-6 Maret 1986) merupakan seorang seniman berkebangsaan Amerika Serikat. Dia dilahirkan di peternakan Winconsin milik keluarganya di Sun Prairie, Wisconsin. Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani. Dia hadir di sekolah tinggi di Sacred Heart Academy di Madison, Wisconsin. Dia lulusan sekolah tinggi tepatnya di Chatham Episcopal Institute di Virginia pada tahun 1905.
O'Keeffe pertama kali hadir di pemeran umum tepatnya di Art Institute of Chicago, New York pada tahun 1943, dan kemudian pada Tahun 1946 di Museum of Modern Art, New York.
Georgia O’Keeffe merupakan salah satu pelukis Amerika paling terkenal. Lukisan nya berkarakteristik warna cerah serta tajam menunjukkan keindahan, terinspirasi dari alam benda disekitar.
Georgia suka melukis bunga, pegunungan, cangkang kerang, dan bahkan tulang binatang yang ia temukan di gurun. Walupun Georgia amat tertarik pada segala jenis beda alami, tetapi ia tidak pernah melukis gambar orang atau hewan.
Georgia sering menggubah hal-hal alami yang ia lihat dan menyederhanakannya. Ia pernah melukis cangkan kerang dan ia membuatnya sangat besar, untuk memberi lukisan cangkang kerang itu sebuah “kekuatan spesial”. Terkadang ia melukis bentuk dan warna yang ia lihat di pikirannya.
Peternakan dimana O'Keeffe dibesarkan adalah tempat bagus untuk mempelajari alam. O'Keeffe ingin menyentuh dan merasakan semua yang bisa digapai tangannya. O'Keeffe ingat bahwa ketika ia masih kecil, ia menaruh tanah di dalam mulutnya untuk tahu seperti apa rasanya.
Ibu O'Keeffe berpikir bahwa seni amatlah penting dan ia memastikan O'Keeffe dan saudarinya mendapatkan pengajaran tentang seni selama mereka tumbuh. O'Keeffe amat baik dalam pelajaran seni sehingga orangtua nya mendorong nya untuk masuk perguruan tinggi seni setelah ia lulus SMA. O'Keeffe belajar di beberapa sekolah seni. Di salah satu sekolah di New York, ia memenangkan sebuah penghargaan karena lukisannya " Dead Rabbit with Copper Pot ".
O'Keeffe suka Kota New York. Kota ini lebih sibuk dan lebih menyenangkan dari pada tempat peternakan tempat ia dibesarkan. O'Keeffe sering mengunjungi sebuah galeri kecil di New York yang mamajang hasil karya seniman baru. Galeri ini milik seorang fotografer bernama Alfred Stieglitz.
Setelah merampungkan sekolahnya, O'Keeffe memutuskan untuk mengajar seni sementara, dan pergi ke Texas untuk mendapatkan pekerjaan di sana. O'Keeffe suka Texas. Ia suka langitnya yang cerah dan teriknya matahari di sana. Ia merasakan energi dan kekuatan dari badai debu dan kilat panas yang ia lihat di malam hari. Georgia mulai menunjukkan ketertarikannya pada Texas dalam lukisannya. Kemudian, pekerjannya terlihat berbeda dari hasil karya seniman lain.
Salah satu pemilik Galleri di New York yaitu Alfred Stieglitz sangat tertarik pada karya-karya Georgia O’Keeffe. Ia mengatakan bahwa O'Keeffe bisa menjadi salah satu seniman terbaik di Amerika.
Kemudian Alfred menulis surat kepada O'Keeffe dan memintanya untuk kembali ke New York. O'Keeffe merasa berat hati untuk meninggalkan Texas, tapi akhirnya ia menerima ajakan Alfred.
Setelah ia tiba di New York, O'Keeffe mulai melukis diatas kanvas-kanvasnya dengan warna cerah. Kemudian hasil karyanya berubah dan ia mulai melukis bunga-bunga yang cantik yang membuatnya menjadi terkenal.
O'Keeffe biasanya membuat bunga amat besar dengan jarak dekat. Ia berharap, lukisannya akan membuat orang-orang merasakan perasaan sama seperti ia melihat bunga yang asli. Lukisan O'Keeffe mendapat perhatian dalam waktu singkat. Awalnya, orang-orang penasaran dengan karya seniman permpuan. Pada tahun 1920an, tidak banyak seniman perempuan yang terkenal.
Meskipun O'Keeffe butuh uang untuk hidup, ia merasa sayang untuk menjual lukisannya. Ia telah bekerja keras untuk melukis dan merasa amat dekat dengan karyanya, sehingga ia merasa sedih saat lukisanya keluar dari galeri.
Di sela-sela waktu, O'Keeffe menjadi model untuk foto Alfred Stieglitz. Alfred merasa O'Keeffe sangat cantik dan ia mengambil banyak potret O'Keeffe.
Karena O'Keeffe tinggal di New York dan bekerja dekat dengan Alfred, mereka akhirnya jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah. Mereka pindah ke sebuah aparteman. O'Keeffe mulai melukis gambar kota dari apartemennya. Hal ini mengejutkan karena pada tahun 1920-an, lukisan pemandangan kota biasanya hanya dibuat oleh pelukis pria saja.
Beberapa tahun kemudian, O'Keeffe pergi ke Mexico untuk mengunjungi temannya dan menetap disana. Di Mexico, O'Keeffe mulai melukis tulang hewan, bunga-bunga, gurun, dan hal-hal gurun lainnya. Georgia suka pegunungan di Mexico. Mereka terlihat hidup baginya. Di beberapa lukisannya, kita bisa melihat pegunungannya seolah bisa bergerak.
Georgia menghabiskan sisa hidupnya melukis di Mexico. Alfred setuju bahwa ini adalah tempat terbaik bagi O'Keeffe untuk membuat lukisan yang bagus. O'Keeffe pergi ke NewYork hanya beberapa bulan dalam setiap tahun untuk bersama Alfred. Beberapa tahun kemudian setelah Alfred meninggal Georgia memutuskan untuk tinggal permanen di Mexico.
Georgia O’Keeffe hidup selama 98 tahun. O’Keeffe tidak peduli dengan apa yang orang-orang pikirkan tentangnya atau karyanya.
O’Keeffe bertemu banyak seniman selama hidupnya. Ia belajar banyak dari mereka tapi tidak pernah meniru gaya mereka. Karena itulah, lukisan-lukisan karya O’Keeffe selalu asli. Ia sering menemukan keindahan dalam benda-benda yang kebanyakan orang tidak peduli atau bahkan tidak perhatikan dan ia bisa menunjukkan keindahan dalam lukisannya.
O'Keeffe pertama kali hadir di pemeran umum tepatnya di Art Institute of Chicago, New York pada tahun 1943, dan kemudian pada Tahun 1946 di Museum of Modern Art, New York.
Georgia O’Keeffe merupakan salah satu pelukis Amerika paling terkenal. Lukisan nya berkarakteristik warna cerah serta tajam menunjukkan keindahan, terinspirasi dari alam benda disekitar.
Georgia suka melukis bunga, pegunungan, cangkang kerang, dan bahkan tulang binatang yang ia temukan di gurun. Walupun Georgia amat tertarik pada segala jenis beda alami, tetapi ia tidak pernah melukis gambar orang atau hewan.
Georgia sering menggubah hal-hal alami yang ia lihat dan menyederhanakannya. Ia pernah melukis cangkan kerang dan ia membuatnya sangat besar, untuk memberi lukisan cangkang kerang itu sebuah “kekuatan spesial”. Terkadang ia melukis bentuk dan warna yang ia lihat di pikirannya.
Peternakan dimana O'Keeffe dibesarkan adalah tempat bagus untuk mempelajari alam. O'Keeffe ingin menyentuh dan merasakan semua yang bisa digapai tangannya. O'Keeffe ingat bahwa ketika ia masih kecil, ia menaruh tanah di dalam mulutnya untuk tahu seperti apa rasanya.
Ibu O'Keeffe berpikir bahwa seni amatlah penting dan ia memastikan O'Keeffe dan saudarinya mendapatkan pengajaran tentang seni selama mereka tumbuh. O'Keeffe amat baik dalam pelajaran seni sehingga orangtua nya mendorong nya untuk masuk perguruan tinggi seni setelah ia lulus SMA. O'Keeffe belajar di beberapa sekolah seni. Di salah satu sekolah di New York, ia memenangkan sebuah penghargaan karena lukisannya " Dead Rabbit with Copper Pot ".
O'Keeffe suka Kota New York. Kota ini lebih sibuk dan lebih menyenangkan dari pada tempat peternakan tempat ia dibesarkan. O'Keeffe sering mengunjungi sebuah galeri kecil di New York yang mamajang hasil karya seniman baru. Galeri ini milik seorang fotografer bernama Alfred Stieglitz.
Setelah merampungkan sekolahnya, O'Keeffe memutuskan untuk mengajar seni sementara, dan pergi ke Texas untuk mendapatkan pekerjaan di sana. O'Keeffe suka Texas. Ia suka langitnya yang cerah dan teriknya matahari di sana. Ia merasakan energi dan kekuatan dari badai debu dan kilat panas yang ia lihat di malam hari. Georgia mulai menunjukkan ketertarikannya pada Texas dalam lukisannya. Kemudian, pekerjannya terlihat berbeda dari hasil karya seniman lain.
Salah satu pemilik Galleri di New York yaitu Alfred Stieglitz sangat tertarik pada karya-karya Georgia O’Keeffe. Ia mengatakan bahwa O'Keeffe bisa menjadi salah satu seniman terbaik di Amerika.
Kemudian Alfred menulis surat kepada O'Keeffe dan memintanya untuk kembali ke New York. O'Keeffe merasa berat hati untuk meninggalkan Texas, tapi akhirnya ia menerima ajakan Alfred.
Setelah ia tiba di New York, O'Keeffe mulai melukis diatas kanvas-kanvasnya dengan warna cerah. Kemudian hasil karyanya berubah dan ia mulai melukis bunga-bunga yang cantik yang membuatnya menjadi terkenal.
O'Keeffe biasanya membuat bunga amat besar dengan jarak dekat. Ia berharap, lukisannya akan membuat orang-orang merasakan perasaan sama seperti ia melihat bunga yang asli. Lukisan O'Keeffe mendapat perhatian dalam waktu singkat. Awalnya, orang-orang penasaran dengan karya seniman permpuan. Pada tahun 1920an, tidak banyak seniman perempuan yang terkenal.
Meskipun O'Keeffe butuh uang untuk hidup, ia merasa sayang untuk menjual lukisannya. Ia telah bekerja keras untuk melukis dan merasa amat dekat dengan karyanya, sehingga ia merasa sedih saat lukisanya keluar dari galeri.
Di sela-sela waktu, O'Keeffe menjadi model untuk foto Alfred Stieglitz. Alfred merasa O'Keeffe sangat cantik dan ia mengambil banyak potret O'Keeffe.
Karena O'Keeffe tinggal di New York dan bekerja dekat dengan Alfred, mereka akhirnya jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah. Mereka pindah ke sebuah aparteman. O'Keeffe mulai melukis gambar kota dari apartemennya. Hal ini mengejutkan karena pada tahun 1920-an, lukisan pemandangan kota biasanya hanya dibuat oleh pelukis pria saja.
Beberapa tahun kemudian, O'Keeffe pergi ke Mexico untuk mengunjungi temannya dan menetap disana. Di Mexico, O'Keeffe mulai melukis tulang hewan, bunga-bunga, gurun, dan hal-hal gurun lainnya. Georgia suka pegunungan di Mexico. Mereka terlihat hidup baginya. Di beberapa lukisannya, kita bisa melihat pegunungannya seolah bisa bergerak.
Georgia menghabiskan sisa hidupnya melukis di Mexico. Alfred setuju bahwa ini adalah tempat terbaik bagi O'Keeffe untuk membuat lukisan yang bagus. O'Keeffe pergi ke NewYork hanya beberapa bulan dalam setiap tahun untuk bersama Alfred. Beberapa tahun kemudian setelah Alfred meninggal Georgia memutuskan untuk tinggal permanen di Mexico.
Georgia O’Keeffe hidup selama 98 tahun. O’Keeffe tidak peduli dengan apa yang orang-orang pikirkan tentangnya atau karyanya.
O’Keeffe bertemu banyak seniman selama hidupnya. Ia belajar banyak dari mereka tapi tidak pernah meniru gaya mereka. Karena itulah, lukisan-lukisan karya O’Keeffe selalu asli. Ia sering menemukan keindahan dalam benda-benda yang kebanyakan orang tidak peduli atau bahkan tidak perhatikan dan ia bisa menunjukkan keindahan dalam lukisannya.
Red Hill And White Shell by Georgia O'Keeffe, 1938
Abstraction White Rose by Georgia O'Keeffe, 1927
Autumn Leaves, Lake George by Georgia O'Keeffe, 1924
Autumn Trees - The Maple by Georgia O'Keeffe, 1924
Black Hills with Cedar by Georgia O'Keeffe, 1941
Black Iris III by Georgia O'Keeffe, 1926
Black Place by Georgia O'Keeffe, 1944
Blue and Green Music by Georgia O'Keeffe, 1921
Blue, Black and Grey by Georgia O'Keeffe, 1960
Cow's Skull Red, White, and Blue by Georgia O'Keeffe, 1931
Cow's Skull with Calico Roses by Georgia O'Keeffe, 1931
Flower of Life II by Georgia O'Keeffe, 1918
From the Faraway Nearby by Georgia O'Keeffe, 1937
From the Lake by Georgia O'Keeffe, 1924
Grey Lines with Black, Blue and Yellow, 1923
Jack in the Pulpit No. IV by Georgia O'Keeffe, 1930
Jimson Weed - White Flower No. 1 by Georgia O'Keeffe, 1932
Jimson Weed by Georgia O'Keeffe, 1936
Lake George by Georgia O'Keeffe 1922
Lake George, Autumn by Georgia O'Keeffe, 1927
Light Iris by Georgia O'Keeffe, 1924
Music Pink and Blue II by Georgia O'Keeffe, 1918
Oriental Poppies by Georgia O'Keeffe, 1928
Pelvis with the Distance by Georgia O'Keeffe, 1943
Petunias by Georgia OKeeffe 1924
Poppy by Georgia OKeeffe
Ram's Head with Hollyhock by Georgia O'Keeffe, 1935
Ram's Head, Blue Morning Glory by Georgia O'Keeffe, 1938
Ram's Skull with Brown Leaves, by Georgia OKeeffe
Red Canna by Georgia O'Keeffe, 1924
The Horse's Skull on Blue by Georgia O'Keeffe, 1930
The White Flower by Georgia O'Keeffe, 1932
Two Calla Lilies on Pink by Georgia O'Keeffe, 1928
Yellow Call by Georgia O'Keeffe, 1926
Yellow Hickory Leaves with Daisy by Georgia O'Keeffe, 1928


















































































