Saturday, March 28, 2015

>> LUKISAN DAN BIOGRAFI SRIHADI SOEDARSONO


Salah satu pelukis maestro kebanggaan Indonesia, Srihadi Soedarsono yang  lahir disebuah kota Budaya Surakarta, pada 4 Desember 1931, beliau adalah diantara pelukis terkenal Indonesia yang karyanya banyak diburu kolektor baik dalam dan luar negeri.

Nama  lengkap Prof. KRHT H. Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, MA pernah diangkat menjadi anggota Tentara Pelajar pada rentang tahun 1945 hingga 1948 sebagai wartawan pelukis yang menciptakan poster-poster untuk Balai Penerangan Divisi IV BKR/TKR/TNI di Solo. Karier militernya berakhir tahun 1948 ketika terjadi rasionalisasi dengan pangkat sersan mayor dan bersekolah lagi di SMA II Surakarta.

Pada periode 1947-1952 bergabung dalam Seniman Indonesia Muda di Solo dan Yogyakarta; sejak awal berdiri tahun 1950, sebagai anggota aktif dalam pembentukan Himpunan Budaya Surakarta di Solo. Juga aktif mengikuti pameran-pameran seni rupa di Solo dan Yogyakarta.

Pada tahun 1952 ia mulai memasuki pendidikan seni di Balai Pendidikan Universiter Guru Gambar Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (sekarang Fakultas Seni Rupa Institut Teknologi Bandung). Pada tahun 1955, ia juga menciptakan logo Keluarga Mahasiswa Seni Rupa (KMSR). Logo berbentuk sebuah palette dengan kata-kata "SENI RUPA BANDUNG" dengan lambang Universitas Indonesia. Setelah Maret 1959, bentuk Ganesha menggantikan logo UI di palette tersebut.

Ia lulus sebagai sarjana seni rupa dan diwisuda pada hari Sabtu, 28 Februari 1959, tepat dua hari sebelum Institut Teknologi Bandung diresmikan (Senin, 2 Maret 1959). Pada tahun 1960 Srihadi mendapatkan beasiswa dari ICA untuk belajar di AS untuk melanjutkan kuliah di Ohio State University hingga mendapat gelar master of art pada tahun 1962.

Ia menikah dengan Dra Siti Farida Nawawi dan memiliki dua anak perempuan dan satu anak laki-laki, yaitu Tara Farina, MSc, Rati Farini, SH, LLM, dan Tri Krisnamurti Syailendra.

Pada tanggal 1 Mei 1969 ia diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Pengangkatannya sebagai guru besar Seni Rupa pada tanggal 1 Desember 1992, sedangkan masa purnabakti sebagai PNS sejak tanggal 1 Januari 2007.

Selain sebagai pelukis, ia juga mengajar sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung dan Institut Kesenian Jakarta.

Karya Srihadi Soedarsono memiliki proses yang panjang dan berkelanjutan. Karya awal sangat dipengaruhi hasil pendidikan, yaitu geometris sintetik. Pada tahun 1960 mulai menuju eksperimentasi pada bentuk abstrak lewat tempelan potongan kertas dan spontanitas warna. Memasuki 1970 cenderung impresionis lewat cat air dan ekpresionis lewat cat miyak dan sering memasukkan unsur simbolis dalam lukisannya.

Terakhir karyanya muncul dalam bentuk simplifikasi dengan garis horison yang kuat, selain juga lukisan figur-figur puitis yang terinspirasi ajaran Zen.

Penghargaan
Sebagai pelukis senior yang sangat berdedikasi, beliau mendapatkan banyak penghargaan, antara lain:
  • Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1971
  • Cultural Award dari Pemerintah Australia pada tahun 1973
  • Fulbright Grant dari Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 1980
  • Hadiah terbaik di ajang Bienalle III Seni Lukis Indonesia


Srihadi, Doa Dalam Penantian, oil on canvas, 100 x 130 cm, Th 1999, USD 44,930 - 64,186
*) Auction at Christie Hongkong


Srihadi, Perahu jukung, oil on canvas, 140cm x 150cm, 1985 (Rp.650jt-Rp.800jt)
*) Auction  at Masterpiece


Baris, The Warior- The Energy of Love And Peace, Srihadi Soedarsono , Oil on canvas, 2012



Bedaya Ela Ela, Moments of Meditation, Srihadi Soedarsono, 350 cm x 200cm, Oil on canvas,  2012



Bedaya Ela Ela, Srihadi Soedarsono, 200 cm x 130cm, Oil on canvas



Bedaya Srikandi, Dignity of Nation, Srihadi Soedarsono, 200 cm x 150cm, Oil on canvas



Borobudur, Soul of nature, Srihadi Soedarsono, 140 cm x 180cm, Oil on canvas



Farida And Tara,  Srihadi Soedarsono ,100 cm x 100cm,  Oil on canvas, 1985



Gelora Remaja,  Srihadi Soedarsono, 280 cm x 180cm,  Oil on canvas



Irianese Children And Coca Cola, Srihadi Soedarsono, 70 cm x 85cm, Oil on canvas



Landscape, Srihadi Soedarsono, 125 cm x 125cm, Oil on canvas



Manusia Lapar II, Srihadi Soedarsono, 100 cm x 120cm, Oil on canvas



Offering in The Far Horizon,  Srihadi Soedarsono, 100 cm x 130cm, Oil on canvas




Oleg Tambulilingin, Srihadi Soedarsono,  200 cm x 130cm, Oil on canvas



Orang-Orang Marjinal, Kemiskinan vs Kemakmuran, Srihadi Soedarsono, Charcoal on Canvas



Puppets from Memayu Hayuning Bawono, Srihadi Soedarsono, 200 cm x 130cm, Oil on canvas, 1990



Scheveningen, Holland, Srihadi Soedarsono, 140 cm x 140cm, Oil on canvas



Serenity, Srihadi Soedarsono, 200 cm x 130cm, Oil on canvas



Srihadi Soedarsono, Jatuhnya Pesawat VT CLA, 280 cm x 190cm, Oil on canvas



Srihadi Soedarsono, Legong Rwa Bineda, Dua adalah Satu, 150 cm x 125cm, Oil on canvas



Srihadi Soedarsono, Looking in The Mirror, 200 cm x 155cm, Oil on canvas



Srihadi Soedarsono, Lukisan I, 83 cm x 97cm, Oil on canvas



Srihadi Soedarsono, Melasti Praying for Love And Peace, 300 cm x 150cm, Oil on canvas



Srihadi Soedarsono, Penggali Batu Karang, Cinta Dan Pengabdian, Oil on canvas



The Purity of Mind And Soul, Srihadi Soedarsono, 180 cm x 120cm, Oil on canvas



The Soul of Nature, Srihadi Soedarsono, 200 cm x 130cm, Oil on canvas



Virginity, Srihadi Soedarsono, 95 cm x 141cm, Oil on canvas